HIKMAT ALLAH DAN HIKMAT DUNIA

15 Juni 2017 oleh Bpk. Thung Shang U

church event

Baca Sekarang : 1 Korintus 1: 18-25


Sebab yang bodoh dari Allah lebih besar hikmatnya dari pada manusia dan yang lemah dari Allah lebih kuat dari pada manusia. – 1 Korintus 1: 25

Permulaan hikmat adalah takut akan Tuhan, dan mengenal yang Maha Kudus adalah pengertian. Ini adalah kata bijak yang diucapkan raja Salomo dalam Amsal 9: 10. Saat Salomo meneruskan jabatan ayahnya sebagai raja bangsa Israel, dia tidak minta kekayaan dan panjang umur dari Tuhan tapi hanya minta hikmat (1 Raja 3: 5-9). Hikmat ada dua macam, ada hikmat dari Allah, ada hikmat dari dunia. Hikmat dari Allah membuat orang bisa mengenal Tuhan dan takut Tuhan, tahu dan yakin Tuhanlah pencipta dan penguasa langit bumi dan segala isi di dalamnya, Dia memberi nafas dan hidup kepada kita untuk boleh hidup di dunia ini, apabila Dia mengambil kembali maka kita mati. Sudah mengenal Tuhan yang Maha Besar, Maha Kuasa ini, maka timbul hati yang takut kepada Dia, ingin datang untuk menyembah dan memuji Dia, mengucap syukur untuk segala berkat yang Dia berikan. Hikmat dari dunia membuat orang bebal, mereka berkata tidak ada Allah (Mzm 53: 2a), bahkan mengejek orang yang percaya kepada Tuhan; menyembah Tuhan, mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh (Roma 1: 22). Hikmat dari Allah membuat orang mengenal hidup, sadar hidup manusia singkat, ingin menggunakan hidup singkat yang Tuhan berikan untuk memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi orang lain, satu hidup yang bermakna dan bernilai. Sudah mengenal hidup, maka bisa menghargai; menyayangi hidup, rindu datang kepada Yesus --- sumber hidup itu (Yoh 11: 25; 1 Yoh 5: 11-12) untuk menyatukan hidup yang singkat dan terbatas ini dengan hidupNya yang kekal tidak terbatas, sehingga beroleh hidup yang kekal, sama seperti segelas air dituangkan kedalam laut, tidak akan lenyap selama-lamanya. Tapi hikmat dari dunia membuat orang hanya memperhatikan yang kelihatan; yang bersifat sementara, memakai hidup yang singkat untuk mencari kemewahan dunia dan segala kenikmatannya yang sia-sia, tiba masa tua dan berpenyakitan laksana nyala lilin dalam tiupan angin juga bagai pelita hampir padam karena kehabisan minyak baru kalang kabut, seperti orang kaya yang di Lukas 12: 14-21 dan 16: 19-31. Hikmat dari Allah membuat orang percaya Alkitab adalah Firman Allah yang diilhamkan Allah dan ditulis manusia di bawah pimpinan roh, percaya Kristus Yesus datang ke dunia untuk menyelamatkan orang berdosa ( 1 Tim 1: 15a), satu-satunya jalan yang Tuhan siapkan bagi manusia untuk beroleh keselamatan (Yoh 3: 16). Ini adalah hikmat Allah yang tersembunyi dan rahasia, yang sebelum dunia dijadikan, telah disediakan Allah bagi kemuliaan kita (1 Kor 2: 7). Berbeda dengan hikmat dunia, hikmat dunia mengatakan Alkitab adalah karangan manusia, maka tidak percaya Yesus adalah Tuhan (Yoh 1: 1; 14) juga tidak percaya Yesus mati di atas kayu salib bisa menanggung dosa manusia. Maka Rasul Paulus berkata: “Sebab pemberitaan tentang salib memang adalah kebodohan bagi mereka yang akan binasa, tetapi bagi kita yang diselamatkan pemberitaan itu adalah kekuatan Allah. Orang-orang Yahudi menghendaki tanda (semua harus ada bukti) dan ornag-orang Yunani mencari hikmat (semua harus memakai rasio), tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan, tetapi untuk mereka yang dipanggil, baik orang Yahudi, maupun orang bukan Yahudi, Kristus adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah.”

O, alangkah dalamnya kekayaan, hikmat dan pengetahuan Allah! Sungguh tak terselidiki keputusan-keputusanNya dan sungguh tak terselami jalan-jalanNya! (Roma 11: 33). Semoga kita memiliki hikmat Allah.


Ya, Tuhan Yesus, ajari kami agar kami memiliki hikmat Allah. Amin