MAZMUR 8

16 Juni 2017 oleh Bpk. Thung Shang U

church event

Baca Sekarang : Mazmur 8: 2


Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi! Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan. – Mazmur 8: 2

Mazmur 8 adalah Mazmur yang ditulis oleh raja Daud, memuji keagungan dan kekuasaan Tuhan serta kasihNya. Di ayat pertama dia menulis dengan penuh rasa kagum: Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya namaMu di seluruh bumi! Apa alasannya membuat raja Daud menulis Mazmur ini? Dari semua ayat kita menemukan tiga alasan. 1] Raja Daud melihat keagungan dan kemahakuasaan Tuhan (ayat 3). Ketika raja Daud melihat matahari, bulan dan bintang di langit ciptaan Tuhan, hatinya penuh rasa kagum, karena tangan Tuhan yang Maha Kuasa mengatur semuanya boleh bergerak teratur pada orbit tertentu, mengatur perubahan musim-musim dengan tertib, tangannya juga yang menguasai sejarah dan nasib semua Negara dan bangsa. Terhadap Tuhan yang Maha Kuasa Maha Besar ini, bagaimana raja Daud bisa tidak merasa kagum untuk memujiNya? 2] Raja Daud merasa betapa kecil dan hina manusia dihadapan Tuhan (ayat 4). Ketika raja Daud merasa kagum melihat perbuatan tangan Tuhan yang Maha Besar itu, sebaliknya dia melihat betapa kecil dan hinanya manusia dihadapan Tuhan, hanya debu (Maz 103: 14b), bahkan hanya seperti ulat (Maz 22: 7a) tidak berarti! Ketika manusia bisa seperti raja Daud, mau mengangkat kepala untuk melihat bulan dan bintang-bintang di langit, melihat gunung-gunung, samudera raya, makhluk-makhluk dan tumbuh-tumbuhan semua ciptaan Tuhan ini, tentu juga akan seperti raja Daud, dengan sendirinya akan menimbul rasa kagum dan hormat untuk menyembah dan memuji Tuhan pencipta alam semesta yang Maha Agung dan Besar ini. Tapi sayang sekali, kebanyakan orang matanya hanya melihat kepada segala kemewahan dunia, gedung dan mobil yang mewah, uang dan harta yang banyak, merasa puas dan bangga dengan memiliki semua ini, mereka tidak perlu Tuhan dan tidak ingin mengenal Tuhan (baca dan renungkan Luk 12: 15-21). 3] Raja Daud merasa takjub karena Tuhan memahkotai kemuliaan dan hormat kepada manusia yang kecil dan hina ini (ayat 5-8). Ketika raja Daud melihat Tuhan pencipta langit bumi mau mengangkat manusia yang kecil dan hina ini, memberi kepercayaan dan kuasa untuk mengelola semua ciptaanNya, dia merasa takjub dan heran, dia bersyukur kepada Tuhan dalam Mazmurnya: “Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? Apakah anak manusia, sehingga Engkau mengindahkannya? Namun Engkau telah membuatnya hampir sama seperti Allah, dan telah memahkotainya dengan kemuliaan dan hormat. Engkau membuat dia berkuasa atas buatan tangan-Mu; segala-galanya telah Kauletakkan di bawah kakinya: kambing domba dan lebu sapi sekalian, juga binatang-binatang di padang; burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut, dan apa yang melintasi arus lautan.” Yang lebih menakjubkan dan mengherankan kita bahwa di dalam Dia (Yesus Kristus) Allah telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat dihadapanNya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anakNya (Ef 1: 4-5)

Mari kita bersama-sama raja Daud memuji Tuhan dengan penuh rasa syukur: Ya TUHAN, Tuhan kami, betapa mulianya namaMu di seluruh bumi!


Ya, Tuhan Yesus, sungguh agung dan besar namaMu, kami ingin memuji namaMu dengan segenap hati kami dan dengan penuh rasa syukur. Amin