TUHAN YANG BERKUASA ATAS KEBANGKITAN

17 Juni 2017 oleh Bpk. Thung Shang U

church event

Baca Sekarang : Yohanes 11: 25


Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, - Yohanes 11: 25

Waktu remaja, pernah menonton sebuah film, pemeran utama wanita dengan suara yang merdu menyanyikan sebuah lagu yang sangat sentimental. Dalam lagu itu ada dua kalimat yang sangat berkesan: kedukaan yang terdalam bagi setiap manusia adalah perpisahan untuk selama-lamanya karena kematian. Benar, kedukaan yang terbesar bukan kemiskinan tapi kematiaan yang memisahkan anggota keluarga untuk selama-lamanya.

Injil Yohanes pasal 11 mencatat, di kampung Betania, tinggal tiga orang kakak beradik, mereka adalah Marta, Maria dan Lazarus. Mereka hidup bersama, saling mengasihi dan memperhatikan semesra bibir dan gigi. Tapi sayang, keluarga yang bahagia dan harmonis ini tertimpa kemalangan, Lazarus meninggal karena saki. Kejadian dan pukulan yang tak terduga ini membuat Marta dan Maria sangat sedih, banyak tetangga datang menangis bersama dengan mereka. Di tengah kedukaan, Tuhan Yesus datang, kedatangan Tuhan Yesus bagaikan pengharapan secercah terang yang muncul dalam kegelapan, membawa penghiburan serta pengharapan bagi yang sedang berduka. Marta segera menyambut dan berkata dengan sedikit mengeluh kepadaNya: “Tuhan, sekiranya Engkau ada disini, saudaraku pasti tidak mati.” (Yoh 11: 21). Jawab Tuhan Yesus kepadanya: “Saudaramu akan bangkit.” (Yoh 11: 23). Benar saja, Lazarus yang sudah mati empat hari dibangkitkan Tuhan Yesus! Kedatangan Tuhan Yesus mengubah dukacita menjadi sukacita, karena Dia adalah Tuhan yang menjadi manusia (Yoh 1: 1; 14). Hidup ada di dalam Dia (Yoh 1: 4a). Karena Dia adalah sumber hidup (Maz 36: 10a). Kuasa kebangkitan ada di tanganNya (Yoh 11: 25). Maka Dia sanggup membangkitkan orang mati.

Di perjalanan hidup manusia yang berliku-liku ini, setiap orang bisa saja mengalami kesulitan dan penderitaan, seperti murid-murid Tuhan Yesus hampir binasa karena mengalami amukan taufan dan ombak yang sangat dahsyat ketika perahu mereka sedang berjalan di atas laut (Mar 4: 35-41); anak gadis dan Yairus (Mar 5: 35-43); anak tunggalnya janda di kota Nain (Luk 7: 11-13) dan Lazarus, mereka semua meninggal karena sakit. Semua kesukaran dan kedukaan ini ditolong oleh Tuhan Yesus, sehingga mereka boleh mendapatkan kembali sukacita yang hilang.

Biarlah kita juga mau menyerahkan hidup kita kepada Tuhan Yesus karena Dia adalah Tuhan yang Maha Kuasa, Tuhan yang sanggup mengubah pahit menjadi manis (Kel 15: 22-25); mengubah air menjadi anggur (Yoh 2: 1-11); dan yang tidak ada menjadi ada (Kej 1: 1-31)


Ya, Tuhan Yesus, kami menyerahkan hidup kami kepadaMu karena Engkau adalah Allah yang sanggup mengubah dukacita kami menjadi sukacita, Allah yang sanggup mengubah segala pahit menjadi manis dan Allah yang sanggup mendatangkan pelangi setelah hujan. Amin