DANIEL YANG TIDAK TAKUT ANCAMAN

18 Juni 2017 oleh Bpk. Thung Shang U

church event

Baca Sekarang : Daniel 6: 1-13


Demi didengar Daniel, bahwa surat perintah itu telah dibuat, pergilah ia ke rumahnya. Dalam kamar atasnya ada tingkap-tingkap yang terbuka ke arah Yerusalem; tiga kali sehari ia berlutut, berdoa serta memuji Allahnya, seperti yang biasa dilakukannya. – Daniel 6: 11

Setiap kali membaca kitab Daniel atau mendengar kotbah tentang kesetiaan Daniel terhadap Tuhan, selalu merasa malu dan timbul rasa hormat terhadap kesetiaannya.

Kitab Daniel ps.6 mencatat, setelah raja Darius, orang Media, mengambil alih kekuasaan dari Belsyazar, raja Babel, dia mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya, membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi, Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu, kepada merekalah para wakil-wakil raja memberi pertanggungan jawab. Karena Daniel mempunyai roh yang luar biasa melebihi para pejabat tinggi dan wakil raja, maka raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya. Berita ini tersiar dan membuat para wakil raja dan pejabat tinggi iri hati, mereka sepakat cari akal untuk mencelakakan Daniel, mereka tahu Daniel hidup jujur dan saleh, tidak ada celah dapat mencelakakannya kecuali dalam hal ibadahnya kepada Allahnya (Dan 6: 5). Akhirnya mereka sepakat membujuk raja menetapkan satu larangan yang tidak dapat dicabut kembali, yaitu barangsiapa yang dalam tiga puluh hari menyampaikan permohonan kepada dewa atau manusia kecuali kepada raja, akan dilemparkan ke dalam gua singa. Daniel setelah mengetahui larangan ini, dia pergi ke rumahnya, tiga kali sehari dia berlutut, berdoa dan memuji Allah seperti yang biasa dilakukannya. Daniel tidak takut larangan raja hingga dia berhenti menyembah Allah, (ada anggota jemaat hanya karena batuk saja sudah tidak datang beribadah lagi), demi Allah, Daniel rela mengorbankan nyawanya, dibawah ancaman maut, dia tetap setia kepada Allah. Mengapa dia begitu berani? Dari Alkitab, kita menemukan beberapa alasan: 1] Daniel mengasihi Allah lebih dari dirinya sendiri. Ketika dia ditawan raja Babel ke istana raja untuk melayani raja, raja memerintah pemimpin pegawai istana memberi santapan raja dan anggur minuman raja kepadanya, tapi dia berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan dan anggur minuman raja, dia pilih makanan sayuran dan minum air putih saja. Karena Allah, Daniel rela melepaskan kenikmatannya. (Kalau kita mana bisa? Bukankah kalau ada undangan makan meja, kita lebih memilih makan meja daripada ikut persekutuan.) 2] Daniel mengenal Allah dan percaya Allah. Ketika raja Nebukadnezar dengan kasar dan tak beralasan memaksa Daniel untuk memberitahu mimpinya yang dia sendiri sudah lupa, Daniel dan kawan-kawannya berdoa kepada Allah, maka rahasia itu disingkapkan kepada Daniel dalam suatu penglihatan malam, Daniel memuji Allah sanggup mengubah saat dan waktu, Dia memecat raja dan mengangkat raja (Dan 2: 17-21). Daniel yakin Allah berkuasa atas segala sesuatu, kalau tidak seijin Allah, sehelai rambutpun tidak akan jatuh dari kepala (Mat 10: 28-31). 3] Daniel mau nama Allah dimuliakan. Dia yakin Allah pasti akan menyelamatkan dia dari mulut singa supaya nama Tuhan dimuliakan. Betul saja, keesokan pagi, raja hampiri gua singa mendapati Daniel tidak luka sedikit pun. Maka raja Darius menjadi takjub dan percaya, dia mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya: “Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu! Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir. Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa."

Biar kita belajar pada Daniel, utamakan Tuhan dalam kehidupan kita, supaya nama Tuhan dimuliakan.


Ya, Tuhan Yesus, ajarilah kami seperti Daniel yang selalu mengutamakan Tuhan dalam kehidupannya, agar namaMu saja yang dipermuliakan. Amin