TEGUH BERPEGANG IMAN YANG SEMULA

19 Juni 2017 oleh Bpk. Thung Shang U

church event

Baca Sekarang : Ibrani 9: 12-19


Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula. – Ibrani 3: 14

Kitab Keluaran mencatat, Tuhan mendengar teriakan orang Israel minta tolong, karna diperbudakkan di Mesir, lalu memerintah Musa membawa mereka keluar dari tanah perbudakan itu. Tapi raja Firaun tidak rela mereka pergi, maka dia utus enam ratus kereta yang terpilih; orang-orang berkuda dan pasukannya untuk mengejar orang Israel. Saai itu, orang Israel sudah tiba di depan Laut Tiberau dan tidak bisa melangkah maju lagi; sedangkan musuh ada di belakang, dalam keadaan bahaya, mereka berseru kepada Tuhan, Tuhan mengirim angin timur yang keras, membelah air laut, menyelamatkan orang Israel dari tangan Firaun. Bersama-sama dengan Musa, orang Israel memuji Tuhan, katanya: “TUHAN itu kekuatanku dan mazmurku, Ia telah menjadi keselamatanku. Ia Allahku, kupuji Dia, Ia Allah bapaku, kuluhurkan Dia. siapakah yang seperti Engkau, di antara para allah, ya TUHAN; siapakah seperti Engkau, mulia karena kekudusan-Mu, menakutkan karena perbuatan-Mu yang masyhur, Engkau pembuat keajaiban?” (Kel 15: 2; 11). Tapi, tak lama kemudian, ketika mereka meneruskan perjalanan sampai di Mara, karena air disana pahit, mereka lantas bersungut-sungut kepada Musa. Musa berseru kepada Tuhan, Tuhan mengubah air yang pahit menjadi manis melalui sepotong kayu. Tapi, tidak lama kemudian, di padang pasir mereka lapar, ngomel lagi kepada Musa, katanya: “Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan." (Kel 16: 3)

Orang Israel adalah umat yang tegar tengkuk, hanya mau enak saja. Tuhan dalam pandangan mereka harus adalah Tuhan yang bisa melayani setiap permintaan mereka, oleh sebab itu, ketika Tuhan menyelesaikan mereka, mereka bisa memuji Tuhan, tapi, kalau Tuhan tidak segera menolong mereka, maka bersungut-sungutlah mereka bahkan meninggalkan Tuhan.

Sikap bangsa Israel mengikut Tuhan persis gambaran sikap sebagian jemaat Tuhan, apa bukan? Waktu dalam keadaan aman tenteram, paling banyak mereka datang beribadah pada Minggu untuk menjalankan kewajiban sebagai seorang anggota jemaat saja, ada yang lebih parah lagi, hanya karena batuk-pilek, hari Minggu tidak datang beribadah, tapi lama kelamaan menjadi malas, lebih nonton TV atau kerjakan pekerjaan rumah saja, begitu ada kesusahan atau sakit berat, lantas menggunakan hak anggota jemaat, minta para hamba Tuhan cepat datang untuk mendoakan mereka. Jemaat yang begitu, betul, nama mereka sudah tercatat di dalam buku anggota gereja waktu mereka dibaptis, tapi ingat, yang paling penting, sayangilah dan jagalah baik-baik nama yang tertulis di dalam kitab kehidupan! Maka penulis surat Ibrani mengingatkan semua anak-anak Tuhan: “Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup. Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa. Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula.” (Ibrani 3: 12-14)


Ya, Tuhan Yesus, pimpin kami agar sampai pada akhirnya kami bisa tetap memegang teguh keyakinan iman kami seperti semula. Amin