DEMAS YANG CINTA DUNIA

20 Juni 2017 oleh Bpk. Thung Shang U

church event

Baca Sekarang : II Tim 4: 10A


karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku – II Timotius 4: 10A

“Karena Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku, ia telah berangkat ke Tesalonika.” Ini ucapan Rasul Paulus yang penuh kecewa dan sentimental yang dituliskan dalam surat untuk Timotius. Demas setiap hari mengikut Paulus memberitakan Injil dan melayani, pasti sudah mendengar banyak ajaran Paulus, melihat dengan mata kepala sendiri banyak kesaksian indah yang Paulus lakukan dalam pelayanan, seharusnya sikap dan wataknya pasti sudah diubah menjadi seorang yang rohaninya tinggi; lebih cinta Tuhan dan giat melayani. Mengapa malah sebaliknya, menjadi cinta dunia dan meninggalkan Paulus? Meskipun Paulus tidak ada penjelasan yang lebih detil dalam suratnya, tapi, hanya berdasarkan penilain Paulus bahwa dia cinta dunia kita dapat menduga paling kurang ada tiga sebab: 1. Demas menganggap sepi Firman Tuhan. Demas tiap hari mengikut Paulus beritakan Injil, tentu sudah banyka mendengar kebenaran tentang Injil, bahkan pasti sudah dibaptis, tapi ketika Paulus memberitakan Injil, dia tidak memperhatikan, orangnya ada disitu hatinya tidak disitu. Bukankah di Gereja juga ada jemaat yang seperti Demas? Meskipun datang mengikuti kebaktian, tapi ketika hamba Tuhan menyampaikan Firman Tuhan, dia berbisik-bisik dengan teman sebelahnya, atau kirim sms dengan hp, kalau tidak, seperti Eutikhus, ketiduran di kursi (Kis 20: 9) Tidak ada kerinduan hati untuk Firman Tuhan, maka tidak heran, persekutuan-persekutuan bahkan KKR yang diadakan di Gereja, yang hadir selalu tidak banyak, inilah penyebab utama mengapa Gereja susah berkembang. 2. Demas belum sungguh-sungguh mengenal Tuhan. Meskipun dia melayani bersama-sama Paulus, tapi ketika Paulus memberitakan Firman Tuhan, dia tidak sungguh-sungguh mendengar, bagi dia, Firman Tuhan hanya seperti tiupan angin di sisi kuping. Maka, pada hakekatnya dia belum mengenal Tuhan Yesus, tidak dapat memahami apa maksud Yesus berkata kepada muridNya di Mar 10: 45 “Karena Anak Manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.” Oleh sebab itu, dia mengikut Paulus melayani, tidak melihat nilai pelayanan, juga tidak dapat merasakan sukacita dan manisnya melayani, sebaliknya dianggap sebagai satu beban berat, kalau sudah begitu, maka tidak heran kalau dia meninggalkan Paulus. 3. Demas cinta dunia. Ada dua kalimat yang dinyanyikan dalam PPK no. 214: Ku ada tiga musuh, ialah dunia ini, beraneka-ragamnya, mempesonakan ku. Kemewahan dunia adalah cobaan iblis yang terbesar bagi anak - anak Tuhan (baca Mat 4: 8-9). Kecuali selalu mendekatkan diri kepada Tuhan, mendengar dan merenungkan FirmanNya kalau tidak, pasti akan jatuh ke dalam jerat iblis. Demas tidak rindu akan Firman Tuhan, belum sungguh-sungguh mengenal Tuhan, tidak ada persekutuan yang intim dengan Tuhan, paling banter adalah kristen duniawi, mana bisa tidak cinta dunia? Hari ini, ada juga orang Kristen yang seperti Demas, mereka tidak tertarik kepada Firman Tuhan, tidak mau ikut sarana pembinaan iman dan persekutuan setiap minggu yang sudah dijadwalkan oleh Gereja, tiap hari sibuk cari uang, sibuk dalam pergaulan dengan partner dagang dan kegiatan organisasi dunia, karena terlalu sibuk, hingga lupa janji yang pernah diucapkan kepada Tuhan waktu menerima baptisan kudus! Wahyu 3: 15-19 adalah peringatan Tuhan Yesus kepada orang Kristen yang satu kaki di jalan sorga; satu kaki di jalan dunia!


Ya, Tuhan Yesus, bimbing kami agar tidak menjadi seperti Demas yang meninggalkan Engkau demi dunia, ajarkan kami untuk lebih mengasihi Engkau dan Firman-Mu. Amin