TEKAD DAN PILIHAN HIDUP SESUDAH MENJUMPA KRISTUS

21 Juni 2017 oleh Bpk. Thung Shang U

church event

Baca Sekarang : Lukas 19: 1-8


Maka berlarilah ia mendahului orang banyak, lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus, yang akan lewat di situ. – Lukas 19: 4

Di dalam Alkitab banyak contoh orang yang menjumpa Kristus mengalami perubahan hidup secara total dan menyeluruh. Salah satu adalah Zakheus. Menurut catatan di Lukas 19: 1-8, Zakheus adalah kepala pemungut cukai, ia seorang yang kaya. Seorang pegawai negri, umunya gajinya Cuma pas-pasan saja, bagaimana mungkin bisa menjadi orang kaya? Dari ucapannya kepada Yesus di ayat 8b, kita yakin dia pasti adalah pejabat korup, menarik keuntungan dan mengumpulan harta dengan cara memeras wajib pajak, makan gaji pemerintah tapi tidak loyal kepada pemerintah, kalau Negara banyak pejabat korup yang seperti ini, bagaimana tidak miskin Negara ini?

Satu hari, Zakheus yang korup ini, mendengar berita bahwa Yesus yang sudah menggemparkan dimana-mana karena melakukan banyak mujizat akan masuk ke kota Yerikho, dia ingin melihat orang apakah Yesus itu, tetapi dia tidak berhasil karena orang banyak, sebab badannya pendek. Dalam kepanikan dia mendapat akal, dia tidak lagi memperdulikan status dan posisi kedudukannya bagaimana biasanya dengan lagak birokratis merajai rakyat dengan semena-mena, dia berlari mendahului orang banyak lalu memanjat pohon ara untuk melihat Yesus yang akan lewat disitu. Dia tidak menyangka Yesus tahu dia ada di atas pohon, begitu tiba di bawah pohon, Yesus melihat ke atas dan berkata: “Zakheus, segeralah turun, sebab hari ini aku harus menumpang di rumahmu.” Mendengar perkataan Yesus yang dia tidak terduga itu Zakheus terkejut bercampur senang, dia segera turun dari pohon dan menerima Yesus dengan sukacita.

Setelah Zakheus berjumpa dengan Tuhan Yesus yang Maha Suci dan Adil hidupnya mengalami perubahan secara menyeluruh. Di hadapan Tuhan Yesus, dia melihat dirinya adalah seorang yang kotor najis, tukang menindas dan memeras rakyat jelata. Dia mau bertobat, memulai hidup yang baru, dia berkata kepada Tuhan Yesus: “Tuhan, setengah dari milikku akan kuberikan kepada orang miskin dan sekiranya ada sesuatu yang kuperas dari seseorang akan kukembalikan empat kali lipat.” Zakheus dengan tindakan nyata membuktikan tekad pertobatannya. Dahulu, dia hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, sekarang, dia juga memperhatikan kepentingan orang lain, dahulu, dia hidup hanya untuk diri sendiri, sekarang, dia mau hidup untuk Tuhan.

Kita sudah mendengar Firman Tuhan, sudah mengenal Yesus, apakah juga sudah ada tekad dan pilihan hidup yang baru? Di waktu menerima baptisan kudus, yaitu hari kelahiran baru, di depan para hamba Tuhan dan seluruh jemaat, bukankah kita juga pernah seperti Zakheus, bernazar dan berjanji kepada Tuhan, mau menyerahkan seantero hidup kepada Tuhan, rajin baca Alkitab dan berdoa, mengikuti persekutuan-persekutuan Gereja dan ikut melayani? Hari ini, apakah kita masih pegang nazar dan janji itu? Atau sudah lupa sama sekali karena kesibukan dunia? Biarlah kita instropeksi diri secara serius di hadapan Tuhan!


Ya, Tuhan Yesus, teguhkanlah tekad dan pilihan hidup kami pada waktu kami menerima baptisan kudus. Amin