PEREMPUAN SAMARIA YANG BERJUMPA DENGAN YESUS

22 Juni 2017 oleh Bpk. Thung Shang U

church event

Baca Sekarang : Yohanes 4: 28-29; 39-42


dan mereka berkata kepada perempuan itu: "Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia." – Yohanes 4: 42

Injil Yohanes 4: 7-42 mencatat, ada seorang wanita Samaria yang suka main serong dataang ke rumah Yakub untuk menimba air, dia sendiri tahu kelakuannya tidak baik, karena dia ada lima suami, masih ada kendak sukaan, dia tidak berani bertemu dengan kenalan, takut diejek, oleh sebab itu, dia datang menimba air pada siang hari waktu semua orang sedang sibuk bekerja. Tapi diluar dugaannya, di situ dia berjumpa dengan Yesus --- pemilih hidup. Yesus bicara firman hidup kepadanya, memberitahu kepada dia, air sumur hanya bisa menghilangkan dahaga jasmani tapi tidak bisa menghilangkan kehausan jiwa. Yesus dengan terus terang membeberkan apa yang menjadi beban pikirannya dan membuka rahasia tentang dia memiliki lima suami dan kendak, memberitahu kepada dia bahwa kehausan dan kekosongan jiwa tidak akan bisa dipuaskan dengan kenikmatan kedagingan/duniawi kecuali mau minum air hidup (menerima firman Tuhan dan percaya Yesus). Barang siapa minum air hidup yang Yesus berikan, ia tidak akan haus untuk selamanya. Sebaliknya akan menjadi mata air di dalam diirnya yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal (Yoh 4: 13-14). Mendengar perkataan Tuhan Yesus, perempuan Samaria menjadi takjub dan percaya.

Setelah perempuan Samaria berjumpa dengan Yesus, hidupnya mengalami perubahan secara menyeluruh. Yohanes 4: 28-29 mencatat: “Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ. Mari, lihat di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?” Dari kedua ayat ini, kita menemukan dua teladan baik yang patut kita ikuti. 1] Mengutamakan Yesus di atas segala kepentingannya. Kata Alkitab, dia meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota untuk memberitahu orang banyak tentang Yesus. Tempayan adalah alat menampung air, sangat penting dalam kehidupan sehari-hari, karena air adalah kebutuhan pokok, setiap rumah boleh tidak ada lampu listrik tapi tidak bisa tidak minum air. Perempuan ini rela tinggalkan dulu tempayannya (kepentingannya) pergi ke kota untuk menceritakan Yesus. Sanggupkah kita? Jangankan tempayan yang menyangkut kebutuhan hidup kita, ada sebagian jemaat, sering kali karena kegiatan kumpulan masyarakat, pergaulan dalam bisnis, tidak mau mengikuti persekutuan bahkan tidak lagi hadir dalam kebaktian hari Minggu. Memandang kegiatan dunia lebih penting daripada menyembah Tuhan yang berkuasa atas nafas dan hidup manusia, memperhatikan yang sepele dengan mengabaikan yang terpenting, bukan hanya tidak bijak tapi juga lupa akan kewajiban sebagai jemaat Tuhan! 2] Saksikan dan beritakan Yesus. Perempuan Samaria setelah berjumpa Yesus, mengecap air hidup yang sejuk manis, hidupnya yang hampir kering mati laksana tanaman mendapat air hujan, berubah total. Dia mau ceritakan kasih karunia Yesus yang ajaib ini kepada banyak orang, supaya mereka juga boleh mengenal Yesus, mendapat air hidup itu. Ayat 39 berkata, banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada Yesus karena perkataan perempuan itu.

Apakah kita sudah beroleh air hidup? Pernahkah kita saksikan dan beritakan Yesus? Sejak percaya Tuhan, berapa orang sudah kita bawa kepada Yesus?


Ya, Tuhan Yesus, mungkin belum banyak orang yang kami bawa kepada-Mu atau mungkin kami sama sekali belum pernah membawa orang untuk mengenal-Mu, kami memohon bimbingan-Mu Tuhan agar kami selalu mengutamakan Engkau di atas segala kepentingan kami, lebih berani lagi menjadi saksi dan memberitakan tentang firman Tuhan. Amin