JANGAN MENCEMARKAN STATUS SEBAGAI ANAK TUHAN

23 Juni 2017 oleh Bpk. Thung Shang U

church event

Baca Sekarang : Ulangan 18: 9-14


Apabila engkau sudah masuk ke negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, maka janganlah engkau belajar berlaku sesuai dengan kekejian yang dilakukan bangsa-bangsa itu. – Ulangan 18: 9

Kitab Ulangan adalah kita kelima dan terakhir ditulis Musa. Saat kita ini ditulis, kecuali Caleb dan Yosua, semua orang Israel yang keluar dari Mesir dan sudah menerima sepuluh hukum Tuhan dari gunung Sinai sudah mati. Oleh sebab itu, terhadap turunan yang masih muda ini, adalah sangat perlu hukum Tuhan disampaikan sekali lagi. Mengingatkan mereka yang masih muda ini, setelah toba di tanah Kanaan, harus menjaga diri jangan dinajiskan oleh takhyul dan penyembahan berhala yang dilakukan oleh penduduk sana, sehingga merusak status sebagai umat Tuhan yang kudus.

Ulangan 18: 9-14 adalah sebagian ucapan yang Musa sampaikan, mengingatkan mereka jangan mengikuti ibadah yang sesat penduduk tanah Kanaan itu, sehingga ternoda dan berdosa terhadap Tuhan. Dia memberikan beberapa alasan: 1] Perbuatan penduduk tanah Kanaan adalah kekejian bagi Tuhan (ayat 12). Penduduk sana tidak mengenal Tuhan, mereka percaya sihir dan takhyul, menanya nasib kepada petenung dan peramal, minta pertolongan kepada berhala, minta petunjuk kepada ornag-orang mati bahkan anak-anak mereka dibakar dengan api bagi allah mereka. Semua perbuatan yang keji dan kejam ini, tidak bisa dibiarkan oleh Tuhan yang Maha Suci, Maha Adil dan Maha Kasih. 2] Hidup dengan tidak bercela dihadapan Tuhan (ayat 13). Bangsa Israel dalah umat pilihan Tuhan, punya status dan kedudukan yang mulia. Penduduk Kanaan adalah orang-orang yang tidak percaya Tuhan, mereka bergaul dengan roh-roh gelap, melakukan hal-hal yang keji dan kotor, kalau umat pilihan Tuhan mengikuti perbuatan mereka, bukan hanya menajiskan diri sendiri dan kehilangan status yang mulia sebagai anak-anak Tuhan, juga mencemarkan nama Tuhan. maka Musa meningatkan angkatan muda Israel, tidak lama lagi mereka akan memasuki tanah Kanaan, wktu itu jangan terpengaruh dan mengikuti perbuatan penduduk sana, tapi hiduplah dengan tidak bercela di hadapan Tuhan sesuai status sebagai umat pilihan Tuhan. 3] Tuhan melarang umatNya menyembah berhala (ayat 14). Allah pencipta langit bumi adalah Allah yang cemburu (Kel 20: 5). Dia tidak akan membiarkan umatNya memberikan puji hormat dan kemuliaan yang hanya patut bagiNya kepada ilah-ilah lain yang tidak layak. Larangan ini sudah tertulis dalam sepuluh hukum Tuhan yang Musa terima di atas gunung Sinai. Tuhan mau umatNya hanya menjadi milikNya, hanya menyembah kepada Dia dan melayani Dia, tidak boleh mengadakan hubungan apapun dengan ilah-ilah palsu sehingga menajiskan status sebagai umat pilihan Tuhan.

Hari ini, kita sudah menerima anugerah keselamatan yang Tuhan Yesus genapi diatas kayu salib, menjadi anak-anak Allah, mendapat status yang sangat mulia, kita juga harus menghargai dan menjaga baik-baik status ini, jangan membiarkan adat-istiadat kuno dan takhyul-takhyul kembali menguasai hati dan pikiran kita. Ada beberapa jemaat yang imannya masih lemah, saat datang kesusahan atau sakit-penyakit, percaya omongan orang, mencari pertolongan kepada dukun; peramal nasib, bukan hanya berdosa terhadap Tuhan, juga menajiskan status sebagai anak Tuhan dan nama Tuhan dipermalukan. Mari kita bertekad, setia mengikut Tuhan, hanya mengasihi Dia, menyembah Dia, melayani Dia hingga akhir hidup kita.


Ya, Tuhan Yesus, bimbing kami agar tetap setia mengikut Engkau, hanya mengasihi Engkau, menyembah Engkau dan melayani Engkau hingg akhir hidup kami. Amin