MENGIKUTI TELADAN KRISTUS

25 Juni 2017 oleh Bpk. Thung Shang U

church event

Baca Sekarang : 1 Korintus 11: 1


Jadilah pengikutku, sama seperti aku juga menjadi pengikut Kristus. – I Korintus 11: 1

Rasul Paulus berkata kepada Jemaat di Korintus: “Ikutlah teladan saya, seperti saya pun mengikuti teladan Kristus.” Paulus berkata demikian bukan karena sombong, tapi memang dia layak, karena dia mengikuti teladan Kristus. Karena Kristus, hidup Paulus mengalami perubahan secara total dan menyeluruh. 1. Perubahan sifat dan karakter. Paulus sebelum percaya Tuhan adalah seorang pembela taurat yang fanatik dan kejam, dia benci terhadap semua orang yang percaya Tuhan Yesus an ingin menghabisi mereka semua (Kis 8: 3). Tapi setelah percaya Tuhan, dia berubah menjadi seorang yang lemah lembut, murah hati. Dia bersaksi kepada Jemaat di Korintus, katanya: “…. Kalau kami dimaki, kami memberkati; kalau kami dianiaya, kami sabar; kalau kami difitnah, kami tetap menjawab dengan ramah; …” Coba kita mengandaikan diri sendiri berada dalam posisi Paulus, kita percaya Tuhan sudah lama, mendengar Firman Tuhan sudah banyak, sanggupkah kita seperti Rasul Paulus? Jangankan penganiayaan, dimaki orang, difitnah orang, kita pasti akan marah, gigi ganti gigi, mengapa? Kalau kita mau jujur, karena kita belum mengikuti teladan Kristus. 2] Perubahan hati dan pikiran. Dalam surat Paulus kepada Jemaat di Roma, katanya: “Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus, bahwa aku sangat berdukacita dan selalu bersedih hati. Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudar-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani.” Sebenarnya, setelah Paulus percaya Tuhan, dia telah menganggap sampah semua perkara di dunia, hanya Yesuslah yang termulia bagi hidupnya (Fil 3: 7-8). Tapi, demi keselamatan saudara-saudara sebangsanya, dia rela terkutuk dan terpisah dari Kristus (Harta yang termulia baginya). Sungguh mengharukan hati kita bila melihat cinta kasih Paulus kepada saudara-saudaranya, karena dia sudah mengikuti teladan Kritus dan dapat menyelami kasih Tuhan Yesus yang mau berkorban bagi dosa manusia. 3. Perubahan tujuan hidup. Paulus sebelum percaya Tuhan adalah seorang pembela taurat yang sangat fanatic, dia junjung tinggi taurat dan membela taurat sebagai tujuan hidupnya. Dia menentang Tuhan, menganiaya orang percaya karena dia menganggap mereka tidak mentaati hukum taurat, tapi setelah percaya, dia baru tahu, hukum taurat hanya membuat orang mengenal dosa tapi tidak bisa menyelamatkan orang dari dosa. Sekarang, tujuan hidup Paulus bukan lagi untuk membela hukum taurat, tapi untuk mengabarkan injil (Roma 1: 14-15; I Kor 2: 2), hidup hanya untuk Tuhan Yesus (Gal 2: 20; Fil 1: 21).

Paulus setelah percaya Tuhan, hidupnya mengalami perubahan secara menyeluruh, karena dia mengikuti teladan Kristus, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus (Fil 2: 5). Bagaimana dengan kita? Setelah percaya Tuhan, apakah hidup kita mengalami perubahan? Sifat kita, hati dan pikiran kita, tujuan hidup kita, gaya hidup kita, apakah sudah berubah? Mari kita mengikuti teladan Paulus, karena dia mengikuti teladan Kristus.


Ya, Tuhan Yesus, ajarilah kami agar kami bisa mengikuti teladan Paulus, karena dia mengikuti teladan Kristus. Amin