ANAK-ANAK TUHAN BUKAN MILIK DUNIA

26 Juni 2017 oleh Bpk. Thung Shang U

church event

Baca Sekarang : Yohanes 15: 18-19


"Jikalau dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku dari pada kamu. Sekiranya kamu dari dunia, tentulah dunia mengasihi kamu sebagai miliknya. Tetapi karena kamu bukan dari dunia, melainkan Aku telah memilih kamu dari dunia, sebab itulah dunia membenci kamu. – Yohanes 15: 18-19

Ada satu perusahaan besar mempunyai banyak pegawai, karena bosnya punya banyak usaha, sehingga tidak ada waktu untuk mengawasi. Satu minggu hanya satu kali datang melihat-lihat, sesudah itu pegawainyalah yang menjalankan perusahaannya. Lama-kelamaan, pegawainya timbul ketamakan, lalu membujuk juru buku bekerja sama untuk menggelapkan uang bosnya. Tapi si pemegang buku adalah seorang Kristen yang takut Tuhan, dia menolak ajakan mereka, tidak mau bersekongkol untuk berbuat jahat. Akhirnya, dia dibenci, dikucilkan bahkan di fitnah yang bukan-bukan oleh rekan kerjanya.

Di dalam Kisah Para Rasul juga mencatat, Petrus; Stefanus; Paulus dan banyak murid Tuhan, mereka sebelum percaya Tuhan, tidak ada orang yang membenci mereka, menentang dan menganiaya mereka, tapi setelah percaya Tuhan, mereka menjadi musuh orang banyak, orang-orang Yahudi mencelakakan mereka, berusaha membunuh mereka. Biarpun zaman sekarang, kita juga seringa mendengar ada anggota dari keluarga non Kristen yang percaya Tuhan, dia dikucilkan bahkan diusir keluar dari pintu rumah. Anak-anak Tuhan hanya ingin bersekutu, beribadah kepada Tuhan di satu tempat yang tetap, berdoa bagi kesejahteraan bangsa dan Negara, berdoa semoga Tuhan curahkan berkat bagi sesama dan tetangga-tetangga di sekitarnya, tapi ditolak, dilarang! Mengapa? Salah apa? Dari Alkitab, kita dapat jawaban: 1] Yang berbuat jahat, membenci terang (Yoh 3: 20). Tuhan Yesus berkata kepada murid-muridNya dan semua orang percaya: “Kamu adalah terang dunia” (Mat 5: 14). Tapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan mereka jahat (Yoh 3: 19). Maka Paulus berkata, bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? (II Kor 6: 14b). Terang dan gelap bagai air dan api takkan dapat didamaikan. Juru buku perusahaan dibenci dan dikucilkan oleh rekan kerjanya adalah satu bukti nyata. 2] Anak-anak Tuhan bukan milik dunia lagi. Dua ribu tahun lalu Tuhan Yesus sudah memberitahu kepada semua orang percaya, kataNya: “Apabila dunia membenci kalian, ingatlah bahwa Aku sudah lebih dahulu dibenci oleh dunia, sekiranya kalian milik dunia, kalian akan dikasihi oleh dunia sebagai kepunyaanNya. Tetapi Aku sudah memilih kalian dari dunia ini, jadi kalian bukan lagi milik dunia, itulah sebabnya dunia membenci kalian (Yoh 15: 18-19). Dua ayat ini menjelaskan kepada kita, juga sangat menghibur hati kita. Anak-anak Tuhan bukan milik dunia, tidak mau lagi mengikuti tradisi dan arus dunia, maka dibenci oleh dunia. Karena seluruh dunia berada dibawah kuasa si jahat --- iblis (I Yoh 5: 19), dia adalah penghulu-penghulu dunia yang gelap (Ef 6: 12), dia menguasai hati manusia, menggoda manusia untuk berbuat dosa, menghujat Tuhan (Mat 12: 24), memperalat orang tidak percaya untuk menentang Tuhan, menggagalkan pekerja Tuhan untuk menyelamat dunia, menghalangi anak-anak Tuhan untuk beribadah kepada Tuhan.

Puji Tuhan, beberapa hari lalu ada tiga puluh tiga saudara/I terima baptisan, terima Tuhan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat. Mereka bukan milik dunia lagi, tapi umat pilihan Tuhan, warga sorgawi yang kudus dan mulia. Semoga Tuhan melindungi dan menjaga mereka, sejak hari ini, baik lancar maupun sebaliknya, baik sehat atau sakit, bahkan mengalami pencobaan dari si jahat, di benci dunia dan ditentang orang karena tidak mau lagi mengikuti tradisi dan kepercayaan dunia yang sia-sia, tapi iman mereka kepada Tuhan tetap tidak goyah, pegang janji saat terima baptisan, setia mengikut Tuhan sampai akhir hidup.


Ya, Tuhan Yesus, kami menyerahkan saudara/I kami yang beberapa hari lalu menerima baptisan, kiranya Engkau senantiasa melindungi dan menjaga mereka dan kami berdoa agar iman mereka tetap teguh, tidak goyah kepada Tuhan, memegang janji mereka ucapkan pada saat menerima baptisan dan setia mengikut Tuhan sampai akhir hidup mereka. Amin