BERSERU KEPADA TUHAN DALAM KESESAKAN

27 Juni 2017 oleh Bpk. Thung Shang U

church event

Baca Sekarang : II Samuel 22


Ketika aku dalam kesesakan, aku berseru kepada TUHAN, kepada Allahku aku berseru. Dan Ia mendengar suaraku dari bait-Nya, teriakku minta tolong masuk ke telinga-Nya. – II Samuel 22: 7

II Samuel 22 adalah nyanyian syukur raja Daud, memuji bagaimana Tuhan telah melepaskan dia dari cengkeraman semua musuh termasuk Saul. Dari seluruh pasal ini, kita menemukan beberapa sebab Tuhan menyelamatkan dia dari tangan-tangan musuh. 1] Raja Daud punya pengalaman yang sangat dalam terhadap Tuhan yang dia sembah. Di ayat 2-3, dia berkata: “Ya, TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku, tempat pelarianku, juruselamatku.” Dalam 2 ayat ini, raja Daud telah melukiskan kemahakuasaan Tuhan dan keperkasaan Tuhan yang dia sembah secara tuntas dan menyeluruh, membuktikan dia sungguh-sungguh mengenal Tuhan yang dia sembah adalah Tuhan Yang Maha Kuasa, tempat perlindungan yang paling aman saat datang kesusahan. 2] Raja Daud dalam kesesakan hanya berseru dan minta tolong kepada Tuhan (ayat 7). Karena raja Daud sungguh mengenal Tuhan, maka ketika datang kesusahan, dia tidak sandar kekuatan sendiri dan minta pertolongan orang. Dia hanya berseru kepada Tuhan, menyerahkan nyawanya kedalam tangan Tuhan tanpa ragu sedikitpun, maka, Tuhan dengar seruannya, menjangkau dan mengambil dia dari tempat tinggi, melepaskan dia dari tangan musuh yang gagah dan orang yang membenci dia (ayat 17-18). 3] Tuhan menyelamatkan Daud karena berkenan kepadanya (ayat 20). Tuhan adalah hakim yang sungguh-sungguh adail dan setiap hari Ia murka kepada orang-orang yang jahat (Maz 7: 11 FAYH). Raja Daud berani berkata Tuhan berkenan kepadanya, menandakan dia merasa tidak bercela dihadapan Tuhan karena dia tidak berani berbuat dosa sehingga menyakiti hati Tuhan. Di ayat 21-25, dia ungkapkan dengan jelas alasan-alasan mengapa Tuhan berkenan kepadanya. 4] Raja Daud tahu bersyukur. Raja Daud mengalami banyak peperangan dan bahaya dalam hidupnya, banyak musuh termasuk Saul ingin membunuh dia, menghabisi nyawanya. Tapi, selalu mendapat pertolongan dari Tuhan, mengubah bahaya menjadi aman. Dia sungguh merasakan kasih sayang Tuhan dan pertolongan Tuhan, dia mau bersyukur kepada Tuhan dengan nyanyian, berterima kasih atas rahmat dan pertolongannya.

Mari kita juga mau seperti Daud, ada pengenalan yang dalam terhadap Tuhan, hanya berseru kepada Tuhan saat krisis melanda, bukan kepada berhala atau orang pintar, selalu taat dan lakukan firmanNya, menjadi umat kesayanganNya. Dengan demikian, saat krisis melanda dalam kehidupan kita, kita yakin. Tuhan pasti mendengar seruan doa kita dan menolong kita.


Ya, Tuhan Yesus, kuatkan iman kami, bimbing kami agar kami tetap menyandarkan pengharapan kepadaMu, saat krisis melanda, saat masalah terlalu berat untuk kami pikul, biarkan kami tetap berseru kepadaMu karena kami yakin dan percaya Engkau pasti mendengar seru dan doa kami. Amin