SALING MENDUKUNG DAN BEKERJA SAMA UNTUK MENGERJAKAN PEKERJAAN TUHAN

30 Juni 2017 oleh Bpk. Thung Shang U

church event

Baca Sekarang : Nehemia 4


Kuamati semuanya, lalu bangun berdiri dan berkata kepada para pemuka dan para penguasa dan kepada orang-orang yang lain: "Jangan kamu takut terhadap mereka! Ingatlah kepada Tuhan yang maha besar dan dahsyat dan berperanglah untuk saudara-saudaramu, untuk anak-anak lelaki dan anak-anak perempuanmu, untuk isterimu dan rumahmu." – Nehemia 4: 14

Nehemia adalah seorang tawanan Yahudi, di tempat pembuangan, dia bekerja di istana raja Artahsasta sebagai juru minuman rja. Dia mendengar kabar tembok Yerusalem telah terbongkar dan pintu-pintu gerbangnya telah terbakarm hatinya menjadi sangat sedih. Pada suatu hari, ketika dia menyediakan anggur untuk melayani raja, raja melihat mukanya muram, setelah raja bertanya dna mengetahui sebab yang membuat dia muram, raja mengizikan dia pulang ke Yerusalem untuk membangun tembok yang runtuh. Saat membangun mengalami banyak tantangan dan olokan dari musuh, tapi Nehemia dengan gagah berani memimpin seluruh bangsa meneruskan pekerjaan dengan segenap hati, dalam waktu hanya lima puluh dua hari, tembok yang runtuh selesai dibangun. Mari kita belajar beberapa ajaran rohani yang penting dari kesuksesan Nehemia. 1] Saling mendukung dan kerjasama. Neh 4: 16-17 mencatat, bangsa Yehuda di bawah pimpinan Nehemia, saling mendukung dan kerja sama. Karena mau menjaga serangan dari musuh, bangsa Yehuda dibagi menjadi dua bagian, sebagian melakukan pekerjaan dan sebagian yang lain memegang tombak, perisai dan panah dan mengenakan baju zirah untuk menjaga serangan musuh, walaupun tugas mereka tidak sama, tapi tujuan sama, yaitu saling mendukung untuk membangun tembok yang runtuh. 2] Mengadu dan berdoa kepada Tuhan (Neh 4: 4; 9). Ketika Sanbalat dan Tobia serta orang Amon dan orang Asdot bersekogkol ingin menggagalkan rencana Nehemia, Nehemia mengajak seluruh bangsa mengadu dan berdoa kepada Tuhan, Tuhan mendengar doa mereka, menggagalkan semua rencana jahat musuh, sehingga mereka bisa meneruskan pekerjaan hingga selesai. 3] Selalu waspada dan berjaga-jaga. Atas perintah Nehemia, semua pekerja melakukan pekerjaannya dengan satu tangan memikul dan mengangkut dan tangan yang lain memegang senjata, setiap orang yang membangun bekerja dengan berikatkan pedang pada pinggangnya, peniup sangkakala meronda dan berpatroli, apabila datang musuh, segera meniupkan sangkakala. Meskipun tidak ada musuh, mereka tetap berjaga-jaga siang dan malam (Neh 4: 16-20).

Gereja adalah keluarga Allah, rumah rohani kita bersama. Banyak program kerja dan pelayanan yang baru akan terlaksana apabila bisa saling mendukung dan bekerja sama oleh semua jemaat. Tuhan adalah sumber kekuatan kita, berdoa akan beroleh hikmat dan kuasa dari Tuhan untuk menyelesaikan masalah yang sulit, tugas yang beratpun menjadi ringan. Juga belajar seperti Nehemia, selalu waspada dan berjaga-jaga. Karena musuh kita – iblis tidak akan rela apabila kita maju, sukses, ia selalu mencari kesempatan untuk menggagalkan pelayanan kita, salah satu cara adalah merusakkan kerukunan kita. Karena apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun adalah salah satu senjata ampuh untuk menggagalkan tipu muslihat dan serangan iblis.


Ya, Tuhan Yesus, bimbing kami agar kami bisa selalu rukun, selalu mendukung dan bekerjasama satu dengan yang lain. Amin