Allah Yang Tidak perlu Dibela

07 Maret 2017 oleh GI. Budi Dermawan

church event

Baca Sekarang : Ezra 6: 1 - 22


Maka Allah, yang sudah membuat nama-Nya diam di sana, biarlah Ia merobohkan setiap raja dan setiap bangsa, yang mengacungkan tangan untuk melanggar keputusan ini dan membinasakan rumah Allah yang di Yerusalem itu. Aku, Darius, yang mengeluarkan perintah ini. Hendaklah itu dilakukan dengan seksama." - Ezra 6:12

Pada pertengahan 1982, Alm. Gus Dur pernah memberikan ajakan untuk “tidak usah membela Tuhan”. Jika menyimak nats renungan hari ini, ajakan ini terasa demikian benar adanya. Piagam raja Darius yang dideklarasikan untuk membangun kembali rumah Allah yang di Yerusalem *menunjukkan hal ini. Mengapa Allah tidak usah dibela? Karena Allah sejati memiliki kuasa dan Ia sesungguhnya Sang Maha Kuasa itu sendiri. Jika bangsa Israel bisa dijajah itu tidak serta-merta menunjukkan bahwa Allah sesembahan mereka gagal atau kalah. Namun lebih kepada sebuah pembelajaran bagi umat Allah sendiri agar tidak bermain-main dengan “Perjanjian-Nya”.

Bahkan yang lebih luar biasa, kekuasaan Allah sebagai Raja di atas segala Raja mendapatkan pengakuan dari raja-raja yang tidak bersunat seperti: Koresy dan Raja Darius. Melalui sejarah bangsa Israel kita belajar kedaulatan Allah tidak dapat diganggu-gugat. Jika Allah sedemikian berdaulat dan berkuasa, menjadi pertanyaan bagi setiap kita, masih perlukah Allah dibela kita? Masih perlukah Allah dibela oleh manusia? Jika jawabannya adalah: ya, maka kemungkinan besar Allah yang memerlukan pertolongan manusia bukanlah Allah yang sejati. Belajarlah dari sejarah, Allah berdaulat sejak dulu, kini dan akan datang.


Tuhan berikan kami hati yang dapat memahami betapa Allah yang kami sembah adalah Allah yang Perkasa. Ajarkan kami untuk selalu menyandarkan kehidupan kami kepada Allah yang teruji di dalam sejarah hidup umat manusia, Amin.