Menjaga Benih Yang Kudus

10 Maret 2017 oleh GI. Budi Dermawan

church event

Baca Sekarang : Ezra 9 : 1-15


“...Karena mereka telah mengambil isteri dari antara anak perempuan orang-orang itu untuk diri sendiri dan untuk anak-anak mereka, sehingga bercampurlah benih yang kudus dengan penduduk negeri, bahkan para pemuka dan penguasalah yang lebih dahulu melakukan perbuatan tidak setia itu." - Ezra 9:2

Salah satu pertanyaan yang acap kali muncul dalam pelayanan penulis adalah “Bolehkah orang Kristen menikah dengan non-Kristen? Jika pertanyaan itu dilemparkan kepada saudara, apakah yang akan saudara jawab? Bukankah menikah itu merupakan Hak Azasi umat manusia di seluruh dunia? Namun menikah tidak hanya sekedar menikah, bahasa kerennya, “Just married”. Di dalam pernikahan terjadi peleburan dua insan menjadi satu, yang mana jika yang satu merupakan anak Tuhan sementara yang satu lagi anak dunia maka ada kesenjangan besar yang perlu dijembatani. Inilah yang perlu dipertimbangkan lebih lanjut.

Berkaca dari Firman Tuhan pagi ini, kita diingatkan akan keberadaan kita sebagai “orang Kudus”. Orang yang sesungguhnya berdosa namun di dalam anugerah Tuhan kita mendapatkan identitas sebagai anak Tuhan yang telah dikuduskan di dalam darah Anak Domba Allah. Jika orang-orang dalam Perjanjian Lama sedemikian ketat mengatur perikehidupan mereka, termasuk pernikahan di dalamnya. Masakan kita tidak cukup peka dalam menyikapi persoalan memelihara “benih yang kudus” dalam konteks mencari pasangan hidup dan menikah.

Ingat pernikahanmu sangat mempengaruhi kehidupanmu selanjutnya karena itu berilah perhatian khusus dan mintalah petunjuk dari Tuhan sehubungan dengan pasangan hidup-mu. Menikahlah dengan anak-anak Tuhan, ingatlah akan “benih yang kudus” itu.


Tuhan tolonglah saudara seiman kami yang merindukan mendapatkan pasangan hidup, pertemukan anak-anakMu agar mereka bisa membina pernikahan yang kudus, Amin.