Teladan Ezra: Mengakui Dosa

11 Maret 2017 oleh GI. Budi Dermawan

church event

Baca Sekarang : Ezra 10 : 1-14


Sementara Ezra berdoa dan mengaku dosa, sambil menangis dengan bersujud di depan rumah Allah, berhimpunlah kepadanya jemaah orang Israel yang sangat besar jumlahnya, laki-laki, perempuan dan anak-anak. Orang-orang itu menangis keras-keras. - Ezra 10:1

Di hadapan Tuhan Yang Maha Tahu, tidak ada yang tersembunyi bagi-Nya. Tuhan tahu persis dosa yang dilakukan oleh setiap kita. Kita bisa saja mengelabui pemimpin rohani kita, membohongi suami atau isteri, membohongi rekan sepelayanan dan sebagainya, tetapi tidak seorang pun dapat membodohi atau membohongi Tuhan. Namun Tuhan semata yang tidak dapat dikelabui oleh kita, dan Ia menunggu pengakuannya.

Ezra berdoa dan mengaku dosa sambil bersujud di depan rumah Allah. Kesedihan Ezra atas dosa-dosa orang-orang buangan membawa orang lain berkumpul disekelilingnya untuk melihat dosa-dosa mereka sendiri, dan menangis dengan sedihnya atas dosa-dosa yang mereka telah lakukan. (Ezra 10:1). Seorang bernama Sekhanya mengusulkan agar umat Tuhan membuat suatu perjanjian untuk memperbaiki dosa-dosa mereka. Kemudian dalam Ezra 10:9, Ezra merespons usul tersebut dan memanggil orang-orang buangan berkumpul ke Yerusalem. Mereka telah sepakat bahwa mereka telah berdosa, dan berjanji untuk memperbaikinya.

Marilah kita pada hari ini belajar untuk peka atas dosa dan bersedia untuk bertobat dan memperbaharui komitmen kita kepada Tuhan. Jangan pernah lupa bahwa Allah kita adalah setia, ketika kita mengakui segala dosa dan kesalahan kita dengan sungguh hati maka Ia akan mengganjarkan dengan pengampunanNya karena Tuhan Maha Pengampun.


Tuhan jika kami masih diberitahu segala kesalahan dan kegagalan kami dalam mengasihi Tuhan, sesungguhnya Tuhan masih mengasihi kami. Ampuni segala dosa dan kesalahan kami dan tahirkan kami suci seputih bulu domba, Amin.