Kehendak Bebas dan Takdir

12 Maret 2017 oleh GI. Budi Dermawan

church event

Baca Sekarang : Markus 14 : 1-25


“...Anak Manusia memang akan pergi sesuai dengan yang ada tertulis tentang Dia, akan tetapi celakalah orang yang olehnya Anak Manusia itu diserahkan. Adalah lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan." - Markus 14:21

Percayakah saudara bahwa nasib segala makhluk yang ada di muka bumi ini telah “ditulis” dan ditentukan oleh Allah? Atau saudara lebih memilih untuk percaya bahwa manusia menentukan sendiri jalan hidupnya? Kedua pertanyaan ini selalu membayang-bayangi kehidupan manusia. Pemikiran barat menyatakan bahwa kita memegang kendali atas hidup kita dan semua yang terjadi pada kita merupakan hasil dari pilihan kita sendiri. Di sisi lain, pemikiran timur menyatakan bahwa semua yang terjadi pada kita dikendalikan Allah semata dan kita hanyalah “boneka” di dalam rencana-Nya.

Ketika merenungkan Firman Tuhan hari ini, kita akan menemukan bahwa antara “kehendak bebas” dan “nasib” ada kesatuan yang terjalin rapi bak rajutan benang wol yang menenun “sweter” kehidupan kita. Pada satu sisi hadir ketetapan dari Ilahi, pada sisi lain di saat yang bersamaan hadir pula kehendak bebas manusia. Demikian lah laku dari seorang Yudas yang “menjual” Tuhannya, satu sisi itu merupakan kedaulatan Allah sebagai bagian yang telah “digariskan”-Nya namun Tuhan menuntut pertanggungjawaban dari kehendak bebas yang diberikan kepada Yudas bahkan memberikan label sebagai “lebih baik bagi orang itu sekiranya ia tidak dilahirkan”.

Sidang pembaca yang terkasih, marilah kita hidupi hidup kita dan menjalani panggilan hidup kita sebagai anak-anak Terang dengan bertanggung jawab dan di dalam kebenaran. Biarlah hidup kita dapat memancarkan kemuliaan Kristus pada hari ini. jangan lupa bahwa kesemuaan itu harus dipertanggungjawabkan pada tahta Pengadilan Allah kelak.


Tuhan tolonglah kami agar boleh menjadi anak-anak yang berkenan di hadapanMu. Tahirkan dan sucikan kami dari segala dosa yang merintangi hidup kami, Amin.