Pengecut

13 Maret 2017 oleh GI. Budi Dermawan

church event

Baca Sekarang : Markus 14 : 26-50


Lalu semua murid itu meninggalkan Dia dan melarikan diri. - Markus 14:50

Istilah apakah yang tepat bagi mereka yang melarikan diri dan meninggalkan sahabatnya demi menyelamatkan dirinya? Kata yang tepat adalah: Pengecut. Firman Tuhan yang ada di dalam Lukas 9:23 berkata, "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku." Kata menyangkal diri dan memikul salib merupakan gambaran keberanian rela berkorban dan kesediaan dalam menanggung segala resiko demi memperkenankan hati Tuhan.

Bukankah murid-murid itu selama tiga setengah tahun hidup bersama-sama dengan Yesus? Bagaimana dengan peranan mujizat-mujizat yang terjadi selama mengikuti Dia, apakah itu tidak mempertebal sedikit pun keimanan mereka kepada Yesus? Sekali lagi apa yang terjadi memang telah “ditulis” dalam nubuatan para nabi sehingga “sulit” untuk dilawan. Namun hal tersebut tidak serta-merta boleh menjadi alasan untuk “melarikan diri”. Belajarlah dari Sadrakh Mesakh dan Abednego yang dengan penuh keberanian ketika bahaya mengancam jiwa mereka (Daniel 3:16-18), "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu.”

Marilah kita menyangkal diri kita dan memikul salib kita sebagai anak-anak Tuhan. Janganlah menjadi seorang pengecut karena kepengecutan kita merupakan tindakan yang menyakitkan hati Tuhan. Semoga Tuhan memberikan kita keberanian untuk menghadapi segala permasalahan hidup.


Tuhan jangan angkat masalah dalam kehidupan kami tetapi biarlah penyertaan-Mu selalu mendampingi kami di dalam menjalani “jalan persembahan” ini, Amin