Impossible is Nothing

19 Maret 2017 oleh GI. Budi Dermawan

church event

Baca Sekarang : Lukas 1 : 24-56


“...Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil." - Lukas 1:37

Hal yang mengejutkan dari Zakharia dan Elisabeth sebagai sepasang suami-istri yang hidup secara benar di hadapan Allah adalah bahwa mereka memiliki aib. Karena sudah sewajarnya seorang pria dan wanita akan berpacaran, menikah dan memiliki keturunan. Jadi sesuatu yang tidak wajar bahkan merupakan sebuah aib bagi seorang wanita pada masa itu jika ia tidak dapat memiliki keturunan.

Namun bagaimana mungkin, sedangkan Zakaria sudah uzur dan Elisabeth mandul. Apa yang tidak mungkin bagi manusia ternyata tidak demikian bagi Allah. Segala jerih lelah mereka untuk hidup secara benar di hadapan Allah tidak sia-sia. Karena Allah yang mereka sembah adalah Allah yang Maha Tahu dan Maha Kuasa. IA berkenan memberikan keturunan bagi mereka. Sebuah kado istimewa yang luar biasa telah diberikan. Bahkan kelak anak itu akan memainkan peranan penting dalam sejarah agung keselamatan umat manusia dari Allah.

Saudara-saudara yang terkasih, renungan hari ini mengajarkan kepada kita bahwa hidup benar di hadapan Allah bukan hanya sebuah pilihan yang baik tapi yang terbaik.


Tuhan terima kasih atas firman-Mu hari ini. Kami boleh bermegah karena kami mengenal Tuhan yang memperdulikan kami. Angkatlah segala kelemahan dan aib kami ya Tuhan dan sucikan kami dari segala dosa dan pelanggaran kami, Amin