Namanya adalah Yohanes

20 Maret 2017 oleh GI. Budi Dermawan

church event

Baca Sekarang : Lukas 1 : 57-80


Dan semua orang, yang mendengarnya, merenungkannya dan berkata: "Menjadi apakah anak ini nanti?" Sebab tangan Tuhan menyertai dia. - Lukas 1:66

Sebuah kutipan yang jamak digunakan berasal dari pujangga Inggris bernama William Shakespeare berbunyi demikian, "What's in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet." (Apalah arti sebuah nama? Seandainya kamu memberikan nama lain untuk bunga mawar, ia tetap akan berbau wangi). Beranjak dari sana, perikop hari ini sebaliknya mengindikasikan signifikansi dari sebuah nama. Jauh-jauh hari dan sudah diwanti-wanti oleh malaikat agar anak dari suami-istri yang terkenal akan “hidup secara benar di hadapan Allah” harus dinamai “Yohanes” (a.13).

Nama merupakan identitas seseorang, berbeda dengan hewan dan tanaman, hanya manusia yang memilik kebiasaan menerima dan memberi nama. Mengapa anak itu harus diberi nama Yohanes? Jawaban singkatnya karena Ia (baca: Yohanes) akan menyiapkan bagi Tuhan suatu umat yang layak bagi-Nya. Berarti nama tersebut memuat visi dan misi dari Tuhan untuk mempersiapkan kedatangan Sang Mesias.

Hari ini apakah kita sadar akan jati diri kita sebagai umat Tuhan, sebagai umat pilihan-Nya, sebagai garam dan terang dunia, sebagai surat Kristus yang terbuka? Marilah kita menjalani dan menghidupi nama kita di dunia ini. Ya kita adalah Kristen, pengikut Kristus Yesus yang sejati. Itulah nama kita.


Tuhan tolonglah kami agar kami bisa menghidupi nama kami di dunia ini. Mampukan kami untuk mengemban identitas kami yang kami dapatkan di dalam pribadi Yesus Kristus. Dalam nama Tuhan Yesus, kami sudah berdoa, Amin.