Tidak Ada Tempat

21 Maret 2017 oleh GI. Budi Dermawan

church event

Baca Sekarang : Lukas 2 : 1-24


dan ia melahirkan seorang anak laki-laki, anaknya yang sulung, lalu dibungkusnya dengan lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan. - Lukas 2 : 7

Beberapa waktu yang lalu, saya bersama keluarga merencanakan untuk berlibur ke Jakarta. Pertanyaan yang pertama muncul adakah tempat bagi kami untuk menginap? Hal ini merupakan sesuatu yang wajar karena kita membutuhkan tempat untuk melepas lelah dan merebahkan diri kita.

Namun ketika Lukas mencatatkan tentang kedatangan Sang Mesias, perhatikan keterangan yang ada: 1)dibungkus kain lampin; 2)dibaringkan di palungan dan diimbuhkan keterangan “tidak ada tempat”. Mengapa demikian? Bisa jadi karena saat itu ada “sensus nasional” dari Kaisar Agustus sehingga harus mendaftar di kotanya sendiri. Maria yang sedang hamil tua pun harus mendaftarkan diri ke Betlehem. Kota kecil yang biasanya sunyi jadi ramai, semua penginapan terisi penuh, sehingga Maria terpaksa harus beristirahat di sebuah bekas kandang, dibungkus kain lampin dan terbaring di palungan (tempat pakan ternak yang dibuat dari kayu).

Bisa jadi dampak dari “sensus nasional” namun bisa juga merupakan sebuah simbol penolakan dunia atas kedatangan Khalik-nya. Tidak ada tempat, padahal DIA lah sang Pemilik Alam Raya ini. Marilah kita menyediakan tempat bagi Dia, tempat yang teristimewa di hati kita. Mungkin dunia menolak kedatangan-Nya tapi bagi kita selalu ada tempat untuk DIA


Tuhan, selalu ada tempat untuk kehadiran-Mu. Tempat istimewa yang kami sediakan bagi-Mu yaitu di hati kami. Amin