Perkataan Yang Penuh Kuasa

24 Maret 2017 oleh GI. Budi Dermawan

church event

Baca Sekarang : Lukas 4 : 1-32


Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab perkataan-Nya penuh kuasa. - Lukas 4 : 32

Apa yang menyebabkan pelayanan dan pengajaran Yesus menimbulkan ketakjuban yang besar? Jawabannya terletak pada pribadi Yesus yang luar biasa. Pada Lukas 4 ini kita menemukan bagaimana Yesus dicobai dan menang atas pencobaan itu (a.1-a.13); kembali ke Galilea dan melayani di Nazaret (a.14-30) ditolak dan pergi ke Kapernaum untuk mengajar di rumah ibadat (a.31-a.37).

Ketika mengajar di rumah ibadat di Nazaret, Ia menyingkapkan bahwa dirinya merupakan penggenapan dari nubuatan nabi Yesaya. Dialah Sang Mesias, yang diutus untuk mewartakan kabar suka cita. Tetapi ternyata kehadirannya tidak diterima dan dimengerti oleh orang-orang Nazaret. Mereka bukan hanya menolak bahkan berencana untuk menyingkirkan Yesus karena pengajaranNya. Mereka meragukan ajaran Yesus sebab mereka mengenal keluarganya. Penolakan atas Yesus karena adalah hal yang tidak masuk akal kalau Mesias berasal dari Nazaret dan dari keluarga tukang kayu. Lalu Yesus melanjutkan pelayanan-Nya dalam rumah ibadat di Kapernaum. Dan respon orang Yahudi di Kapernaum seperti dicatat dalam Lukas 4:32.

Ketika kita berjumpa dengan Tuhan maka perasaan yang muncul adalah takjub. Perasaan seperti inilah yang dialami oleh mereka yang mendengarkan pengajaran Yesus secara langsung. Mengapa perkataan Yesus membuat takjub? Karena Yesus adalah Firman Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam rupa manusia. Jika mereka mengalami perasaan takjub sesungguhnya itu tidaklah mengherankan. Marilah kita menjaga ketakjuban di dalam saat teduh pribadi kita, yang mana Tuhan menyapa kita melalui Firman-Nya dalam Alkitab.


Tuhan jagalah hati kami, saat kami bersekutu dan beribadah menyembah-Mu, biarlah ketakjuban itu hidup dan menyala di dalam hati kami, Amin.