Mengasihi Musuh = Berbuat Baik

29 Maret 2017 oleh GI. Budi Dermawan

church event

Baca Sekarang :Lukas 6 : 27-39


"Tetapi kepada kamu, yang mendengarkan Aku, Aku berkata: Kasihilah musuhmu, berbuatlah baik kepada orang yang membenci kamu; - Lukas 6:27

Siapakah musuh kita? Pertanyaan ini mengusik jauh ke dalam hati kita. Jika kita dapat mengidentifikasi dengan baik maka kita dapat melakukan perintah Tuhan dengan baik. Bukankah setiap kita memiliki kerinduan yang mendalam untuk menyenangkan hati Tuhan dengan cara melakukan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya?

Ketika Tuhan Yesus memerintahkan agar kita mengasihi musuh, perintah ini lebih diarahkan dalam interaksi dan relasi antar manusia dengan manusia. Walau pun dalam perkembangannya, interaksi manusia dengan manusia lain terbagi menjadi dua yaitu: musuh atau teman. Seseorang diidentifikasi sebagai teman jika ia memberikan keuntungan, kebaikan dan kebahagiaan dalam hidup kita. Demikian pula jika seseorang yang memiliki niat yang tidak baik, membenci dan bertujuan untuk menghancurkan hidup kita maka identifikasi sebagai musuh.

Firman Tuhan hari ini mengajarkan kepada kita untuk mengusahakan terbaik dan berbuat baik bagi orang-orang yang membenci kita. Memang tidak mudah namun bukan berarti mustahil dilakukan, permasalahannya adalah apakah kita taat atau tidak. Sebab dengan mengasihi orang-orang yang memusuhi kita, kita menjadikan diri kita semakin serupa dengan Kristus.


Tuhan biarlah kami boleh “mengimitasi Kristus” dalam hal mengasihi. Berikan kami kemampuan untuk mengasihi orang-orang yang membenci kami. Amin