“Hujan Kasih Karunia”

01 Mei 2017 oleh Sdri. Chandra Tuspitasari

church event

Baca Sekarang : Yeheskiel 34 : 26


“aku akan menurunkan hujan pada waktunya;itu adalah hujan yang membawa berkat” - Yeh 34:26

Inilah belas kasihan yang berdaulat, “Aku akan menurunkan hujan pada waktunya.” Bukankah ini belas kasihan yang berdaulat dan ilahi? Karena siapakah yang dapat berkata, “Aku akan menurunkan hujan?” selain daripada Allah saja?

Hanya satu suara yang bisa berbicara pada awan-awan dan memerintahkan mereka menurunkan hujan. Siapakah yang menyebarkan hujan itu ke rerumputan hijau? Bukankah itu Aku, Tuhan? Jadi, kasih karunia adalah hadiah dari Allah, dan tidak untuk dibuat oleh manusia.

Kasih karunia itu juga diperlukan. Apalah jadinya daratan tanpa hujan? Kita boleh menggali tanah, menabur benih, tetapi apakah yang bisa kita lakukan tanpa hujan? Begitu pula mutlak pentingnya berkat ilahi.

Sia-sialah kita bersusah payah, sebelum Allah menganugerahkan hujan yang berlimpah dan menurunkan keselamatan. Kemudian, kasih karunia itu berlimpah-limpah. Kalimat “Aku akan menurunkan hujan.” Dan bukan berkata “Aku akan menurunka tetesan,” melainkan “hujan!”

Begitulah juga dengan kasih karunia. Jika Allah member kita berkat, Dia akan memberikannya dengan jumlah yang sangat besar sampai-sampain tidak ada tempat yang bisa menampungnya.

“Aku akan menurunkan hujan pada waktunya.” Musim apakah yang sedang engkau alami hari ini? Apakah musim kekeringan? Maka itulah saatnya untuk musim hujan.

Jika dia memberikan kasih karunia yang mengubahkan, Dia juga akan member kasih karunia yang menghiburkan. Dia akan menurunkan “hujan yang membawa berkat”

Tuhan Yesus memberkati.


“Tuhan Yesus yang baik, terimakasih untuk setiap anugrah dan berkat yang kami terima dalam hidup kami. Kami menyadari bahwa itu semua datangnya dari Engkau saja dan tidak ada satu upaya apapun yang kami lakukan dapat menambahkannya. Ajar akmi untuk terus berharap dan bersandar pada-Mu dalam segala kondisi dengan terus percaya bahwa anugrah-Mu lah yang terus menaungi kami. Amin