Mawas diri

04 Mei 2017 oleh Sdri. Chandra Tuspitasari

church event

Baca Sekarang : Lukas 22 : 31-34


Simon, Simon, lihat, iblis telah menuntut untuk menampi kamu seperti gandum - Lukas 22:31

Ada sebuah pepatah mengatakan “sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga.” Pepatah tersebut menjadi satu pepatah yang bagus oleh karena mengajarkan untuk selalu mawas diri.

Di dunia ini dapat dipastikan bahwa tidak ada manusia bahkan yang paling baik sekalipun yang kebal terhadap pencobaan. Seperti contoh Alkitab kali ini, Petrus. Ketika Yesus memperingatkan Petrus dengan lembut supaya berhati-hati, dia malah semakin percaya diri bahwa dirinya tidak akan jatuh “seperti murid-murid yang lain.” Sungguh merupakan kalimat yang terlihat “menenangkan Yesus” dari seorang Petrus. Sejujurnya kalimat Petrus ini justru malah menyedihkan hati Yesus karena semangatnya yang mengandalkan kekuatan diri sendiri bukan pada kekuatan Allah. hasilnya, Petrus benar-benar jatuh (ay. 50,57,58,60).

Alkitab berulang kali memperingatkan kita mengenai hambatan-hambatan dan kesulitan-kesulitan didalam hidup orang percaya, sekaligus memberikan pedoman bagaimana kita harus membawa diri. Kita diajar untuk lebih berhati-hati pada saat kita merasa kuat dan penuh kepercayaan pada diri sendiri, sebab justru pada saat-saat seperti inilah kita paling mudah jatuh. Hendaknya kita tidak mengabaikannya! Oleh karena itu, mawas dirilah senantiasa, kenali pola pencobaan dan hadapilah dengan kekuatan Allah.

“Pertolongan Allah datang seiring dengan datangnya pencobaan, karena Allah tidak akan tinggal diam melihat kejatuhan anak-anakNya.”


Tuhan Yesus, berikanlah kepekaan kepadaku untuk dapat mendengar dan mengerti setiap didikan Tuhan dalam hidupku. Aku menyadari tidak mudah dalam menghadapi setiap tantangan hidup ini, aku butuh Engkau yang dapat menguatkan dan menolong aku. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa dan bersyukur. Amin