Perbudakan VS Pelayanan

05 Mei 2017 oleh Sdri. Chandra Tuspitasari

church event

Baca Sekarang : 2 Korintus 11 : 1-33


Apakah mereka pelayan Kristus?

Gary Chapman dalam buku The Five Languages of Love For Teenagers menjelaskan perbedaan antara perbudakan dan pelayanan. Perbudakan berasal dari luar dan dilakukan dengan enggan. Berbeda dengan perbudakan, pelayanan berasal dari dalam diri seseorang dan dilakukan penuh dengan kasih. Jelas sekali bahwa ada perbedaan diantara keduanya.

Paulus mengerti dengan benar statusnya dan tugasnya setelah Kristus memilihnya sebagai rasul. Ia melayani Tuhan sebagia rasul dan memenangkan banyak jiwa. Meskipun dalam pelayanan ia menghadapi banyak tantangan dan penderitaan, ditahan dipenjara, menghadapi bahaya, karam kapal, penganiayaan dan berbagai macam rintangan (2 kor 11:23) namun ia tetap melayani Tuhan dengan penuh kasih.

Paulus justru tetap memperhatikan jemaat, disaat ia menderita sebagai pelayan Tuhan (ay 28-29). Tantangan dan penderitaan yang dihadapinya tidak membuatnya enggan melayani Tuhan dan melepaskan statusnya sebagai seorang rasul, pelayan Kristus.

Saat ini ada banyak orang menyebut dirinya sebagai hamba Kristus, namun tidak sedikit yang memiliki mental seorang budak. Mereka melayani Tuhan dengan keterpaksaan dan keengganan. Hasilnya pun bisa ditebak. Pelayanannya pun hanya seadanya dan hasilnya tidak maksimal. Berbeda dengan seorang pelayan sejati yang melayani penuh kasih apapun tantangan yang dihadapi. Mereka tetap setiap mendedikasikan hidupnya untuk melayani Tuhan. Lalu, mana yang kita pilih? Menjadi budak atau menjadi pelayan Tuhan?

“Pelayanan” berbeda dengan “perbudakan”. “pelayanan” sama dengan mengasihi tanpa pamrih.


Tuhan Yesus, aku ingin menajdi seseorang yang dengan setia melayani Engkau selama hidupku. Layakkan dan mampukanlah aku ya Tuhan. Dan ampunilah aku jika selama hidup yang Engkau beri ini, aku tidak melayani Engkau dengan baik. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus kami berdoa. Amin