Ditetapkan sebagai pemenang

06 Mei 2017 oleh Sdri. Chandra Tuspitasari

church event

Baca Sekarang : Ulangan 2 : 26-37


Lalu Tuhan berfirman kepadaku: ketahuilah, Aku mulai menyerahkan Sihon dan negerinya kepadamu. Mulailah menduduki negerinya supaya menjadi milikmu.” - Ulangan 2:31

Dalam sebuah perlombaan, seseorang dikatakan sebagai pemenang jika tim juri telah memutuskan hasil akhirnya. Namun yang dialami bangsa Israel ini berbeda. Mereka mendapatkan kemenangannya bukan pada akhir peperangan, tetapi pada saat firman Tuhan diucapkan. Tuhan berfirman akan mulai menyerahkan Sihon dan negerinya supaya menjadi milik bangsa Israel. Saat itulah Tuhan menyerahkan Sihon.

Umumnya yang terjadi, kita merasa menang ketika mendengar pengakuan atas kemenangan kita. Tanpa sadar kehidupan kita terbentuk oleh kebiasaan dunia. Kita berbicara, berfikir dan bertingkah laku seperti apa yang diinginkan dunia. Seharusnya kita melakukan apa yang diperintahkan Tuhan berdasarkan kebenaran dan bukan yang diingini dunia.

Paulus mengerti dengan benar statusnya dan tugasnya setelah Kristus memilihnya sebagai rasul. Ia melayani Tuhan sebagia rasul dan memenangkan banyak jiwa. Meskipun dalam pelayanan ia menghadapi banyak tantangan dan penderitaan, ditahan dipenjara, menghadapi bahaya, karam kapal, penganiayaan dan berbagai macam rintangan (2 kor 11:23) namun ia tetap melayani Tuhan dengan penuh kasih.

Ketika Tuhan telah berfirman, maka firmanNya pasti digenapi. Ketika Tuhan berkata kita adalah umat pemenang, maka begitulah kenyataannya. Jadi apapun masalah yang menimpa kita, tidak akan mengubah keputusan Tuhan bahwa kita adalah pemenang, kecuali jika kita tidak mempercayainya.

Hidup kita haruslah berani berbeda dari kebiasaan dunia. Kiranya kita bisa mengubah cara berfikir kita agar tidak melihat dulu baru percaya, tetapi percayalah dulu sebelum semuanya digenapi. Masa depan bersama Tuhan adalah yang terbaik. Jadi jangan berlaku seperti kebanyakan orang yang baru percaya jika mereka sudah melihat hasil.

“kita sudah ditetapkan sebagai pemenang, maka jangan berlaku seperti seorang yang kalah”.


Tuhan Yesus, tolonglah aku agar terus mampu menjadi anak Tuhan yang setia ditengah kehidupan dunia yang semakin tidak menentu. Melawan arus dunia yang jahat ini aku tidak mampu sendiri, aku membutuhkan pimpinan-Mu ya Tuhan. Tolonglah aku. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin