Allah Tuhanku adalah kekuatanku

07 Mei 2017 oleh Sdri. Chandra Tuspitasari

church event

Baca Sekarang : Habakuk 3:17-19


Nabi Habakuk menjelaskan bahwa bahagia dan sukacita tidaklah tergantung pada situasi yang kita hadapi. Sekalipun hasil pertanian mengecewakan, ia tetap bersorak-sorak didalam Tuhan dan beria-ria di dalam Tuhan (ay 17-18).

Habakuk dapat bersukacita ditengah keadaan yang sulit, ditengah situasi yang tidak menguntungkan. Rahasianya adalah karena ia menjadikan Tuhan sebagai kekuatannya (ay 19). Pemazmur mengatakan hal senada: bergembiralah karena Tuhan, bukan karena hal-hal lain (Mzm 37:4).

Kalau kita selama ini berharap merasakan sukacita karena hal-hal lain diluar Tuhan seperti harta, jabatan, koneksi dengan pejabat tinggi, atau fasilitas duniawi, kita perlu belajar menggantungkan sukacita kita kepada Tuhan. Kita harus berprinsip bahwa didalam Tuhan kita dapat merasakan sukacita walaupun keadaan serba sulit. Rasul Paulus dalam Filipi 4:4 berkata “bersukacitalah senantiasa didalam Tuhan.” Artinya, terus menerus bersukacita dalam segala keadaan.

Untuk merasakan sukacita, lingkungan kita tidak harus menyenangkan, tidak harus segala sesuatu berlangsung dengan baik dan aman. Tuhan mengajarkan kita untuk memiliki sukacita dan suasana hati yang baik walaupun keadaan sekitar buruk.

“kalau Tuhan menjadi kekuatan kita, kita akan dapat bersukacita sekalipun dalam keadaan sulit.”


Tuhan Yesus, ampunilah aku sekiranya selama ini aku menggantungkan kebahagiaanku kepada harta dan kemampuanku sendiri. Aku menyadari bahwa semua itu tidak dapat memberikan jaminan apapun kepadaku. Mulai saat ini tolonglah aku agar mampu terus menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya kekuatanku. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin