Merendahkan Diri

08 Mei 2017 oleh Sdri. Chandra Tuspitasari

church event

Baca Sekarang :Lukas 18:9-14


Aku berkata kepadamu : orang ini pulang ke rumahnya sebagai seorang yang dibenarkan Allah sedangkan orang lain itu tidak. Sebab siapa saja yang meninggikan diri, ia akan direndahkan dan siapa yang merendahkan diri ia akan ditinggikan (ay 14).

Seorang ibu kaya raya mengaku menyesal pernah menolak dan memperlakukan menantunya dengan kasar. Menantunya itu semula pembantu rumah tangga sehingga sang ibu sangat keberatan ketika anaknya memohon ijin untuk menikahinya. Penyesalan terjadi setelah belasan tahun berlalu dan merasakan kasih menantu itu. Setiap kali kesusahan menimpanya, menantunya itu datang menemani, menghibur dan mendukungnya. Menantu itu jugalah yang merawatnya tatkala ia sakit.

Secara sosiologis masyarakat sering dikelompokkan kedalam lapisan sosial secara bertingkat. Pengelompokkan ini terjadi sebagai hasil kebiasaan yang disengaja atau tidak, dan dapat disebabkan oleh faktor kekayaan, kehormatan, kekuasaan, pekerjaan, pendidikan dll. Ada strata yang bersifat terbuka, memungkinkan orang naik dari tingkat rendah ketingkat lebih tinggi. Namun, strata sosial cenderung membatasi ruang seseorang, terutama mereka yang berada di tingkat rendah.

Pernahkah kita merasa lebih suci atau lebih rohani dari orang lain? Kristus tidak mengajari kita untuk membeda-bedakan manusia sebagaimana dunia membentuk strata sosial. Sebaliknya, Kristus memerintahkan para murid agar menerima setiap orang sebagai saudara, mengampuni setiap orang yang bersalah dan mengasihi sesama tanpa melihat latar belakang mereka. Alih-alih merasa diri paling benar atau suci, jauh lebih mulia jika kita menempatkan diri sebagai hamba yang menyediakan hati untuk selalu tunduk pada kehendak Bapa.

“Barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan; barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”


Tuhan Yesus, seringkali sengaja ataupun tidak aku seringkali merasa lebih baik daripada orang lain. Aku mungkin pernah meremehkan dan merendahkan orang lain dengan berbagai alasan. Tetapi firman-Mu mengingatkan aku bawa tidak ada perbedaan dihadapan-Mu. Hanya iman dan kesetiaan terhadap-Mu lah yang membedakan manusia dihadapan-Mu. Ampunilah aku dan ajar selalu untuk menghargai dan menghormati orang lain, mengasihi orang lain dengan tulus. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin