Mengenal Tuhan dengan Benar

10 Mei 2017 oleh Sdri. Chandra Tuspitasari

church event

Baca Sekarang : Yohanes 21 : 1-14


Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus:” Itu Tuhan.” - Yohanes 21:7a

Kita pasti punya sahabat dekat, yang dengan mudah kita rasakan kehadirannya melalui suara, kebiasaan, dehem batuknya, bahkan mungkin bayangannya. Ya, semakin kita akrab dan peka terhadap seseorang, semakin mudah kita mengenalinya.

Ketika Petrus mau kembali menjala ikan, teman-temannya mengikutinya. Mereka berlayar. Setelah semalaman tak mendapat ikan, dengan mengikuti perintah dari seseorang yang belum diketahui identitasnya, jala mereka penuh dengan ikan. Mereka belum tahu siapa yang memberi perintah, namun mematuhinya. Ini agak janggal dilakukan oleh para nelayan saat berada dalam kondisi “normal”. Namun yang terjadi memang peristiwa yang khusus. Setelah berjumpa dengan Yesus yang bangkit, mereka bukan lagi nelayan yang sama. Mereka sudah mengenal Yesus, sudah “naik turun” dalam mengenal Yesus. Namun, tak semua mampu menjadikan pengalaman “naik-turun” ini menjadi modal kepekaan merasakan Tuhan, Yohanes lebih prima dari para murid yang lain, ia segera mengenali siapa yang memerintah mereka malam itu di tengah danau. Kata Yohanes : “itu Tuhan!” (ay 7).

Dengan keyakinan bulat dan kepekaan yang terolah baik bukan prasangka atau dugaan yang beku buta – orang seperti Yohanes akan mantap mengenali Tuhan, merasakan hadirnya dan mengamini perintah-Nya. Bila keyakinan dan kepekaan itu bertumbuh dalam perjumpaan dengan Tuhan, alangkah bahagianya hidup beriman dalam misteri hidup ini. Tuhan dapat kita temui dalam keputusasaan dan kegalauan hati kita, sebab memang Ia tidak pernah melepaskan kita dari mata kasih-Nya. Oh indahnya!

“Hati yang terlatih merasakan Tuhan, akan “melihat” Tuhan dengan mudah dalam segala hal”


Tuhan Yesus, Engkau lebih mengenal hatiku. Jika selama ini aku belum sungguh-sungguh mengenal Engkau tolonglah aku mulai saat ini untuk lebih baik dalam mengenal-Mu. Mengenal bahwa Engkau Allah yang mengerti segala hal dan mampu melakukan apapun. Sehingga pengenalan itu akan membuat aku semakin menyadari betapa lemahnya hidup ini tanpa engkau besertaku Tuhan. Dalam nama Tuhan Yesus. Amin