Guru sekaligus Murid

12 Mei 2017 oleh Sdri. Chandra Tuspitasari

church event

Baca Sekarang : Ayub 1 : 1-22


Lalu bertanyalah Tuhan kepada iblis “apakah engkau memperhatikan hamba-Ku Ayub? Sebab tidak ada seorangpun dibumi seperti dia, yang sedemikian saleh dan jujur, yang takut akan Allah dan menjauhi kejahatan” - Ayub 1 : 8

Itulah pertanyaan Tuhan kepada iblis. Tuhan sangat menghargai Ayub karena ia saleh dan jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Tuhan menerima tantangan iblis dengan mengizinkannya mencobai Ayub. Ayub harus menanggung kesusahan yang parah secara beruntun. Ayub tidak mengerti penyebab penderitaannya, tetapi ia menyatakan kepecayaannya yang teguh kepada Allah, yang berhak mengizinkan kenyamanan, kesulitan atau kebaikan dalam hidupnya. Ia tetap memuji Tuhan meski kondisinya tidak mudah.

Di dalam penderitaan, penting bagi kita merenungkan keinginan Tuhan, bukan keinginan kita. Jika keinginan kita bertentangan dengan kehendak Tuhan, dan Dia mengizinkan kita mengalami kesulitan dan penderitaan hidup, tetaplah percaya bahwa Tuhan selalu merencanakan yang terbaik. Dia tidak mungkin mencelakakan dan membinasakan kita. Jika kita meresponnya dengan sikap yang positif, kita akan tetap bersukacita dan bertumbuh dalam pengenalan akan Dia.

“penderitaan hidup dapat menjadi ajang pembelajaran dan pertumbuhan karakter”


Tuhan Yesus, berikanlah pengertian dan kerendahaan hati kepadaku untuk mengerti dan memahami maksud dan rencana terbaik-Mu bagi hidupku. Jika memang kesulitan harus kami hadapi untuk membawa kami kembali kepada rencana Tuhan yang jauh lebih baik, maka berikanlah kami kerendahan hati untuk mengerti. Dan kuatkanlah kami untuk terus percaya hanya pada pertolongan-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin