Hidup yang Bermanfaat

13 Mei 2017 oleh Sdri. Chandra Tuspitasari

church event

Baca Sekarang : Lukas 1 : 1-4


“karena itu setelah aku menyelidiki segala peristiwa itu dengan saksama dari asal mulanya, aku mengambil keputusan untuk membukukannya bagimu.”- Luk 1:3

Seorang hamba Tuhan bertanya kepada anak sulungnya “apakah kamu ingin menjadi hamba Tuhan nak?” anaknya menjawabnya “maaf Pak, sepertinya saya tidak terpanggil untuk menjadi hamba Tuhan, namun saya ingin memberi donasi bagi anak-anak hamba Tuhan.” Anak itu menepati ucapannya dengan memberikan donasi pendidikan bagi beberapa anak hamba Tuhan yang dikenalnya. Melihat komitmen dari anaknya itu, sang ayah sangat bersyukur karena Tuhan telah memakai anaknya menjadi berkat bagi sesamanya.

Banyak orang mendefinisikan “hidup yang diberkati” hanya berdasarkan pencapaian dalam karir dan pelayanan atau kepemilikan materi yang berlimpah. Padahal, ada definisi yang lebih sederhana, yaitu pada saat hidup kita bermanfaat bagi sesama. Lukas menjadikan dirinya bermanfaat bagi orang lain ketika ia menuliskan kisah kehidupan dan pelayanan Yesus, lalu menyampaikannya kepada Theofilus. Namanya mungkin tidak banyak disebut seperti para rasul yang lain, tetapi tulisannya tidak bisa dipandang remeh. Buktinya, kita yang hidup ribuan tahun setelah zaman Yesus, masih mendapatkan manfaat dari tulisan Lukas.

Betapa bahagianya ketika kesempatan hidup yang Tuhan berikan dapat kita maksimalkan untuk bermanfaat bagi sesama. Kita dapat memulainya lewat hal-hal sederhana yang dapat kita lakukan dengan konsisten setiap hari. Mintalah agar Tuhan memberkati dan memakainya supaya menajdi berkat bagi orang lain bahkan menjadi kesaksian yang hidup agar nama Tuhan dimuliakan.

“kehidupan yang bermanfaat bagi sesama dapat dikenang dalam jangka waktu yang lama.”


Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa hidup di dunia ini hanya sementara dan suatu hari kelak kami akan meninggalkan dunia yang fana ini. Tolonglah aku agar dapat mempergunakan waktu sebaik mungkin selama aku hidup, bukan saja hidup bagi diriku sendiri dan bukan hanya untuk meraih kesenangan fana. Tetapi jadikanlah aku seorang anak-Mu yang dapat memberikan makna dan dampak yang baik bagi orang lain. Sehingga hidup yang aku miliki ini benar-benar mencerminkan murid Kristus. Jangan biarkan aku memiliki hidup yang sia-sia. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin