Walau tanpa Persembahan

18 Mei 2017 oleh Sdri. Chandra Tuspitasari

church event

Baca Sekarang : Mazmur 88


“tetapi aku ini, ya Tuhan, kepada-Mu aku berteriak minta Tolong, dan pada waktu pagi doaku datang dihadapan-Mu.” - Mzm 88:14

Suatu hari ada seorang pejabat yang membuka kantornya untuk semua kalangan yang ingin bertemu dengannya. Maka berbondong-bondonglah orang datang ke kantornya. Dan dari sekian banyak orang yang datang tersebut ada yang datang berpakaian bagus dan rapi namun ada juga yang datang kesana dengan pakaian yang sangat sederhana dan apa adanya. Hal itu bukan berarti bahwa mereka tidak menghormati dan menghargai pejabat tersebut, akan tetapi oleh karena mereka berasal dari kalangan kurang mampu. Meski demikian, pejabat tersebut tetap menerima mereka semua dengan baik tanpa ada pembedaan.

Hal ini mengingatkan kita sebagai orang percaya atau orang Kristen. Kelayakan kita sebagai orang percaya dihadapan Tuhan, sama sekali tidak dilihat dari seberapa besar “persembahan” materi yang kita bawa. Bahkan orang yang tidak membawa uang persembahan pun sama sekali tidak akan Tuhan tolak. Demikian sebaliknya, orang yang membawa banyak uang persembahan juga tidak punya alasan untuk menyombongkan diri dan merasa lebih rohani. Sebab yang dibutuhkan bukanlah persembahan materi namun persembahan hidup kita kepada Tuhan melalui pujian, penyembahan dan pengagungan kepada Tuhan dengan tulus.

Kita bisa selalu datang kepada Tuhan bahkan dalam keadaan hati yang tak menentu sekalipun. Walau kita tidak dapat mempersembahkan apa-apa pada-Nya, Ia tidak akan pernah menolak kita. Jadilah seperti anak bungsu dalam kisah anak yang hilang. Ia tetap datang kepada bapanya walau secara kondisi sangat tidak layak untuk kembali kerumah bapanya itu. Tetapi bapanya tetap menerima dia dengan penuh kasih. Itulah gambaran kita yang datang kepada Tuhan.

“tetaplah datang kepada Tuhan meski tidak ada yang bisa kita berikan kepada-Nya, hidup yang berkenan dihadapan-Nya itu jauh lebih berharga.”


Tuhan Yesus, inilah hidupku sebagai persembahan bagi-Mu. Tidak ada hal lain yang dapat aku berikan bagimu sebagai ucapak syukur bagi-Mu. Terimalah hidupku dan layakkanlah aku yang Tuhan menjadi hamba-Mu. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin