Yang Paling Bernilai

20 Mei 2017 oleh Sdri. Chandra Tuspitasari

church event

Baca Sekarang : Kejadian 13 : 7-13


“Lot memilih baginya seluruh Lembah Yordan itu… - Kejadian 13 : 11

Abram menawarkan penyelesaian konflik dan Lot menyetujui. Sikap itu memberi kesan bahwa Lot berbudi luhur. Tetapi, langkah Lot berikutnya menampilkan watak aslinya.

Sebagai wujud respek terhadap Abram, paman dan pemimpinnya, Lot mestinya membiarkan Abram yang menentukan pilihannya. Tetapi begitu Abram selesai berbicara, Lot menatap kawasan subur lembah Yordan dan langsung memilih daerah itu untuknya. Lot tahu bahwa penduduk lembah itu bergelimang dosa. Sehingga sebenarnya hal itu menjadi alasan serius untuk menjauh dari sana. Tetapi Lot menafikkan fakta itu. Baginya, bisnis ternaklah yang terpenting.

Apa yang kita lihat? Bagi Lot, hal yang utama bukanlah respek terhadap pemimpin, melainkan diri sendiri. Bukan pertimbangan moral melainkan keuntungan financial. Dari kisah Lot, kita melihat bahwa tindakan seseorang selalu didorong oleh apa yang oleh orang itu dipandang paling bernilai. Hal itu berlaku atas kita semua.

Rupanya, membina diri agar nila-nilai yang baik menjadi yang utama, yang mendorong setiap tindakan kita adalah langkah penting yang tak boleh ditawar.

“pilihan yang kita ambil, menunjukkan apa yang kita yakini paling penting dan paling bernilai.”


Tuhan Yesus, seringkali apa yang aku inginkan dan yang aku harapkan ternyata tidak sesuai dengan yang menjadi kehendak-Mu. Karena ternyata aku menginginkannya berdasarkan keinginan hatiku yang terkadang penuh dengan keegoisan. Ingatkanlah aku Tuhan, jika sekiranya aku telah salah dalam mengambil keputusan didalam hidupku. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin