Perubahan Diri Sendiri

25 Mei 2017 oleh Sdri. Chandra Tuspitasari

church event

Baca Sekarang : Yunus 3 : 1-10


“setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu.” - Yunus 3 : 6

Yunus modern, begitu judul artikel Edward B. Davis, asisten professor di Philadelphia, yang meneliti laporan sebuah media local. Pada Februari 1991, seorang nelayan bernama James Bartley ditelan ikan paus besar. Ikan itu tertangkap dan perutnya dibelah, ditemukanlah Bartley masih bernafas. Mirip dengan kisah Yunus, yang kerap diperdebatkan karena dianggap kejadian langka dan ajaib bahkan mustahil. Namun sebenarnya keajaiban di kitab Yunus bukan hanya itu.

Keajaiban lainnya adalah turunnya raja negri Niniwe dari singgasana untuk bertobat dan memulai sebuah perubahan radikal di negrinya. Bukankah ini juga langka? Ada pertobatan missal yang dimulai dari rajanya sendiri. Yunus sendiri tidak menduganya.

Sejarah memperlihatkan kisruhnya didunia ini salah satunya akibat ulah para pemimpin yang kesukaannya hanya memerintah dan bukan menjadi teladan. Tetapi yang dicontohkan justru adalah hal yang buruk. Akibatnya, keburukanpun menjalar kemana-mana. Perubahan positif dalam masyarakat, disekolah, ditempat kerja dll menantikan adanya seorang pemimpin yaitu yang bersedia memulai aksi perubahan pertama dan terutama dari dirinya sendiri. Langka memang, namun bukan mustahil jika anda dan saya bersedia memulainya.

“Keajaiban sebuah perubahan dimulai dari kesediaan untuk memulainya dari diri sendiri.”


Tuhan Yesus, mampukan aku untuk tidak selalu menuntut orang lain dalam hidupku. Tetapi ajarkanlah aku untuk dapat memulai dari diriku sendiri memulai suatu perubahan yang baik ya Tuhan. Sehingga hal itu bukan hanya berdampak bagi diriku sendiri tetapi juga bagi orang lain. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus. Amin