“Perlu Siraman Kasih”

27 Mei 2017 oleh Sdri. Chandra Tuspitasari

church event

Baca Sekarang : Kisah Para Rasul 9 : 9-31


“Selama beberapa waktu, jemaat diseluruh Yudea, Galilea dan Samaria berada dalam keadaan damai. Jemaat itu dibangun dan hidup takut akan Tuhan. Jumlah mereka bertambah besar oleh pertolongan Roh Kis 9 : 31

Bisakah sebuah benih tumbuh ditanah yang gersang?. Bisa ! caranya ? kita lebih dahulu membuat tanah itu menjadi basah dan subur. Kita sirami dan beri pupuk, setelah tanah itu basah, subur dan lunak, barulah benih kita tanam hingga akhirnya benih itu tumbuh.

Hati manusia seperti tanah, dan benih itu adalah Firman Tuhan. Didunia ini, ada orang yang hatinya lembut, ada yang keras, ada yang sangat keras. Karena itu, jangan heran kita kadang menemukan ada orang yang sulit sekali menerima berita injil. Pada zaman Para Rasul, Saulus termasuk orang yang keras hatinya. Selain itu, hatinya berkobar-kobar untuk mengancam dan membantu murid-murid Yesus. Lalu, hal apa yang membuat Saulus bertobat?

Selain karena perjumpaannya dengan Kristus (ay 5), murid-murid di Damsyik dan Yerusalemlah yang juga dapat memperlakukannya dengan penuh kasih. Setibanya di Yerusalem, ada Barnabas yang menerimanya dan membawanya kepada Para Rasul (ay 27). Tuhan menumbuhkan dan umat-Nya ikut berperan memelihara. Tidak heran Saulus sangat bersyukur dan mendedikasikan hidupnya untuk Tuhan (1 Tim 1:15-16).

Saat ini mungkin kita menemukan orang yang keras kepala dan keras hati, tidak mau menerima kebenaran Firman Tuhan, padahal hidupnya sangat kacau. Mintalah pertolongan dan penghiburan Roh Kudus setiap kali kita memberitakan Firman-Nya.

Tetaplah bersabar terhadap orang itu. Teruslah mengasihinya karena memang butuh waktu yang relative tidak sebentar untuk dapat mengubah hati yang keras menjadi lembut.

“tetaplah mengasihi orang yang keras hati dan keras kepala.”


Tuhan Yesus, berikanla kepadaku hikmat dan kesabaran dalam menghadapi ……………. (sebut namanya), aku tahu bahwa sekeras apapun hati manusia, namun Engkau sanggup mengubahnya. Jadikanlah aku sebagai seseorang yang mampu membimbing dan mengubah hidupnya menjadi lebih baik serta terus dapat mengasihinya. Demikian pula jika sekiranya selama ini justru aku adalah orang yang keras hati dank eras kepala, Tuhan tolonglah, agar aku dapat menjadi seorang yang berubah lebih baik. Dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa dalam nama-Mu. Amin