SATU ROH DENGAN BANYAK KARUNIA

02 September 2017 oleh Pdt. Putut Riyadi

church event

Baca Sekarang: 1 Korintus 12


Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan - 1 Korintus 12 : 4-5

Setiap orang percaya pasti memiliki karunia rohani yang Tuhan berikan kepadanya seperti yang Paulus ungkapkan dalam ayat 7-10 ini. Dalam ayat 7, Paulus menuliskan, “Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama.” Ada 9 karunia Roh yang dikatakan Paulus. Dan masih ada banyak karunia-karunia yang telah dan akan Roh Kudus berikan lagi kepada orang yang percaya kepada Kristus. Namun Paulus mengingatkan, sekalipun jemaat memiliki berbagai keunggulan, kelebihan atau keistimewaan, perlu disadari bahwa semua itu di dapat dari satu Roh yang sama, yaitu Roh Tuhan dan tentu keistimewaan itu hendak dipakai untuk kemuliaan Tuhan dan kepentingan bersama.

Ternyata dalam 1 Korintus 12 ini berisi banyak kritikan dari Rasul Paulus atas praktik-praktik kehidupan mereka. Jemaat Korintus lebih memperhatikan kekayaan karunia yang mereka miliki ketimbang memperhatikan Allah, Sang Pemberi. Mereka tidak ingin mencari tahu maksud Allah memberikan karunia-karunia itu kepada mereka. Sebab yang penting bagi mereka adalah bagaimana karunia- karunia tersebut memenuhi segala kepentingan mereka dan memberi kepuasan. Rasul Paulus mengecam sikap ini.

Beberapa oknum di jemaat Korintus yang memperoleh karunia-karunia yang spesifik dari Tuhan rupanya menjadi jumawa dan tinggi hati. Sikap mereka yang merasa diri lebih hebat dari sesama anggota jemaat mengganggu persekutuan jemaat Korintus. Mereka memperlihatkan kepada jemaat kehebatan dan kekuasaan untuk melakukan hal-hal yang istimewa, seperti berkata-kata dengan hikmat dan memiliki pengetahuan (ayat 8), karunia penyembuhan (ayat 9), karunia membuat mukjizat, bernubuat, berkata dalam bahasa roh, dan menafsirkannya (ayat 10). Kebanggaan ini membuat mereka merasa istimewa di mata Tuhan sehingga tidak lagi merasa setara dengan anggota jemaat lainnya. Rasul Paulus mengecam dan mengatakan bahwa: pertama, yang berkarya melalui perkara-perkara istimewa yang manusia lakukan adalah Tuhan (ayat 6,11). Manusia hanyalah alat yang Tuhan pakai. Kedua, melalui perkara-perkara itu, Tuhan ingin menyatakan 'pelayanan-Nya' yang membangun kehidupan iman jemaat (ayat 5), bukan demi kemuliaan dan kepuasan manusia.


Hendaklah setiap kita melihat bahwa karunia-karunia yang kita miliki semata-mata karya Allah untuk menyatakan bahwa Dialah satu-satu-Nya Tuhan bagi jemaat-Nya.