MENYATAKAN KASIH

03 September 2017 oleh Pdt. Putut Riyadi

church event

Baca Sekarang: 1 Korintus 13


Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap. - 1 Korintus 13 : 8

Hampir pada semua panel dashboard mobil terdapat lampu indikator aki atau baterai mobil. Biasanya lampu ini akan menyala begitu mobil dinyalakan dan normalnya akan berhenti setelah mesin mobil mulai bekerja. Apabila lampu masih menyala terus saat kendaraan sudah berjalan, itu artinya ada yang tidak normal dengan sistem pengisian aki, dan anda akan sangat disarankan untuk segera menuju bengkel agar anda tidak mengalami apa-apa yang buruk ketika anda sedang berkendara di jalan. Sebuah indikator adalah variabel yang bisa membantu kita mengukur tingkat perubahan baik secara langsung maupun tidak langsung, ukuran dari kejadian/kondisi dan bisa membantu kita untuk membuat sebuah penilaian yang komprehensif dari waktu ke waktu.

Kasih berfungsi sebagai sumber energi atau sumber daya dari iman. Hidup yang tidak disertai kasih akan sangat berbahaya, baik bagi orang lain maupun diri sendiri. Jika kasih begitu penting, apakah ada indikator kasih yang bisa kita pakai untuk mengukur besarnya kasih dalam diri kita, seberapa jauh kasih itu sudah berfungsi menyentuh dan membawa kebaikan baik bagi kita sendiri maupun orang lain? Adakah tolok ukur atau acuan yang bisa kita pakai untuk melihat apakah kasih dalam diri kita sudah berada pada jalur yang benar, on the right track, atau belum?

Kasih bukan saja salah satu dari ciri khas orang Kristen, tetapi jiwa dari jatidiri Kristen dan Kekristenan. Kasih mutlak untuk kualitas kehidupan di kalangan Gereja Kristen sendiri. Paulus menegaskan bahwa karunia yang paling utama yang harus dipraktekkan oleh setiap warga gereja untuk membangun tubuh Kristus adalah kasih. Semua karunia sehebat apa pun, akan menjadi sia-sia (ayat 1), tidak berguna bagi orang lain (ayat2), juga bagi diri sendiri (ayat 3) bila tidak dilakukan dalam kasih dan karena kasih. Pikirkan betapa ekstrim ajaran Paulus ini. Dengan berjalan bersama Yesus, berpegang pada kasih-Nya, dan belajar menghayati firman-Nya, kita akan dibuat-Nya semakin serupa dengan Dia.


Kita masih bisa berbuat kesalahan, tetapi Allah dapat mengubahnya dan mendatangkan kebaikan dari setiap keadaan yang ada, karena kasih-Nya “menutupi segala sesuatu” dan “tidak berkesudahan”