PERLUNYA ATURAN DALAM IBADAH

05 September 2017 oleh Pdt. Putut Riyadi

church event

Baca Sekarang: 1 Korintus 14: 21-40


Tetapi segala sesuatu harus berlangsung dengan sopan dan teratur. - 1 Korintus 14 : 40

Apa tujuan diadakannya aturan-aturan dalam hidup manusia? Ketertiban, keteraturan, kesopanan, dan seterusnya. Jelas bahwa aturan diadakan agar segala sesuatunya berjalan tertib dan teratur, tidak serampangan. Tetapi dalam kenyataannya kita sering menjumpai peristiwa-peristiwa yang "mengenaskan" yang terjadi karena aturan yang ada tidak diberlakukan semestinya.

Kelompok yang terjadi di jemaat Korintus sudah tidak dapat disembunyikan. Karena persaingan itu dinyatakan secara terang- terangan dalam pertemuan ibadah jemaat. Semua kelompok ingin sekali menonjol dengan cara yang meremehkan serta mengganggu kelompok lainnya. Kelompok yang satu ingin mendominasi sementara kelompok yang lain juga tidak mau mengalah. Orang berbahasa roh tidak lagi memedulikan apakah orang lain mengerti atau tidak (ayat 27). Kelompok yang memiliki karunia bernubuat juga tidak bisa menahan diri. Semua ingin memperoleh kesempatan dan waktu yang sama untuk menyampaikan kehendak Tuhan (ayat 29-33). Ditambah lagi dengan kehadiran kelompok perempuan -- yang rupanya di masyarakat Yunani-Romawi tidak pernah mendapat peran, perhatian serta menjadi kelompok yang harus selalu bungkam. Mereka juga menuntut kesempatan untuk tampil di pertemuan jemaat (ayat 34,35).

Pertemuan jemaat yang mestinya berpusat kepada Allah, dan seharusnya orang hadir dengan sikap takzim, sekarang sudah berubah menjadi ajang manusia menampilkan diri. Bukan kesejahteraan dan berkat yang mereka terima tetapi sikap bermusuhan yang menyakitkan.

Allah tidak menghendaki kekacauan seperti di jemaat Korintus saat itu maupun jemaat Tuhan di mana pun berada pada saat ini. Tetapi yang Tuhan kehendaki adalah damai sejahtera dan Ia menghendaki agar segala sesuatu yang sedang dilakukan jemaat Tuhan harus berlangsung dengan sopan dan teratur, apalagi jika itu dalam konteks beribadah. Sikap beribadah yang tertib dan sopan menjadi salah satu petunjuk bahwa kita sungguh-sungguh menghormati Tuhan kita dan mengasihi sesama. Fokus ibadah bukanlah manusia, tetapi Allah. Allah bukan seperti sesembahan yang pasif tetapi Allah yang berdaulat dan berlimpah anugerah mengendalikan jalannya ibadah.


Fokus ibadah bukanlah manusia, tetapi Allah. Allah bukan seperti sesembahan yang pasif tetapi Allah yang berdaulat dan berlimpah anugerah mengendalikan jalannya ibadah.