PELAYAN PERJANJIAN BARU

11 September 2017 oleh Pdt. Putut Riyadi

church event

Baca Sekarang: 2 KORINTUS 3 : 1 – 18


"Ialah membuat kami juga sanggup menjadi pelayan-pelayan dari suatu perjanjian baru, yang tidak terdiri dari hukum yang tertulis, tetapi dari Roh, sebab hukum yang tertulis mematikan, tetapi Roh menghidupkan." - 2 Korintus 3 : 6

Ketika Paulus meninggalkan Kota Korintus, ternyata ada banyak yang mempertanyakan pelayanannya bahkan ada beberapa yang meragukan kerasulannya. Tentu ini adalah ulah oknum-oknum tertentu yang tidak menginginkan Injil berkembang. Untuk menjawab hal ini maka Paulus perlu menulis Surat ini.

Paulus mengatakan bahwa jemaat-jemaat Korintus adalah surat pujiannya. Surat pujian yang disampaikan Paulus ini terkait dengan posisinya sebagai Rasul. Jemaat-jemaat di Korintus adalah buah dari pelayanan Paulus dan rekan seperjalanannya.

Disini kita dapat membaca bahwa rasul Paulus membedakan antara pelayanan hukum Taurat dan pelayanan Perjanjian Baru. Bagi Paulus, pelayanan hukum Taurat memimpin pada kematian karena terukir secara harafiah pada loh-loh batu yaitu sepuluh hukum Tuhan. Sedangkan pelayanan Perjanjian Baru oleh Roh. Yang jauh lebih mulia karena memimpin pada kehidupan, pembenaran, dan kemuliaan yang akan datang. Inilah perbedaan yang sangat menonjol antara Paulus yang sedang dianggap enteng dan para pelayan palsu yang sedang dikagumi oleh jemaat Korintus. Meski sadar bahwa pemberitaan Injil yang dia kerjakan menampakkan hasil, Paulus paham bahwa itu bukan karena kecakapan dirinya. Roh Allah saja yang membuat orang merespons Injil. Oleh sebab itu surat rekomendasinya bukan berisi tulisan tangan manusia tentang pekerjaannya, tetapi pemaparan karya Roh Kudus dalam pemberitaan Injil.

Melalui renungan ini, kita harus sadar bahwa Allah yang memampukan kita untuk melayani. Maka kita tidak perlu meninggikan diri bila merasa mampu, dan tidak perlu mundur bila merasa tidak sanggup. Ingatlah bahwa Dia yang bekerja dalam pelayanan yang kita lakukan bagi Dia. Bila kita tidak terlibat pelayanan, marilah kita menghormati pelayan Tuhan dan mendoakannnya. Jangan kita mengkultuskannya bila ia punya banyak kemampuan atau merendahkannya bila ia terlihat belum mampu. Yang lebih penting, jangan kita mudah menilai menurut ukuran-ukuran lahiriah. Belajarlah menilai segala sesuatu dari sudut rohani!


Semakin kita membesarkan Kristus semakin Kristus akan nyata dalam hasil pelayanan kita. Semakin kita membesarkan diri semakin samar Kristus dalam pelayanan kita dan dalam hidup orang yang kita layani.