JANGAN ADA NODA KEKAFIRAN

14 September 2017 oleh Pdt. Putut Riyadi

church event

Baca Sekarang: 2 KORINTUS 6: 11 – 18


"Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?" - 2 Korintus 6 : 14

Orang yang telah menerima anugerah Kristus, tentu saja seharusnya tidak lagi bermain-main dengan dosa. Anugerah Tuhan harus direspons dengan hidup yang berpadanan dengan anugerah itu, yakni benar dan kudus.

Dalam nas ini, Paulus menantang mereka untuk memisahkan diri dari pengaruh orang-orang yang tidak memercayai Allah (6:14). Rasul Paulus dengan tegas menyatakan bahwa antara kebenaran dan kedurhakaan, atau terang dan gelap tidak dapat bersatu atau berjalan beriringan karena satu sama lain saling berlawanan; artinya tidak ada kompromi sedikit pun. Yang Tuhan kehendaki adalah: "Keluarlah kamu dari antara mereka (orang-orang yang tak percaya - Red.), dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu." (ayat 17). Bagian ini seringkali diterapkan pada masalah memilih teman hidup atau rekan bisnis. Paulus memang menentang pernikahan dengan orang yang berbeda iman (1Kor. 7:39), dan orang memang harus berhikmat dalam menjalin rekanan bisnis. Tetapi fokus Paulus di sini adalah hubungan yang dapat membuat orang jadi tidak percaya kepada Kristus, misalnya yang berkaitan dengan penyembahan berhala. Paulus ingin mereka menjauhkan diri dari praktek-praktek semacam ini.

Tujuan utama penyelamatan ialah agar orang dilepaskan dari dosa, dikeluarkan dari jalan-jalan hidup yang salah, dikhususkan dan dikuduskan bagi Tuhan saja. Hidup kudus berarti hidup yang dikhususkan bagi Tuhan. Dengan meninggalkan jalan hidup duniawi yang berontak melawan Allah, kita ada dalam posisi anak-anak Allah (ayat 17-18). Dengan demikian, kita dimungkinkan memikul tanggungjawab dan peran yang besar bagi dunia, dan membuat dunia ini membuka hati kepada Allah dengan janji keselamatan-Nya.


Sebagai orang percaya kita adalah terang di dalam Tuhan, karena itu kita harus hidup sebagai anak-anak terang. Ingatlah: berkompromi dengan dosa hanya membuahkan kegagalan dan kehancuran!