PELAYANAN KASIH

16 September 2017 oleh Pdt. Putut Riyadi

church event

Baca Sekarang: 2 KORINTUS 8 : 1 – 15


Maka hendaklah sekarang ini kelebihan kamu mencukupkan kekurangan mereka, agar kelebihan mereka kemudian mencukupkan kekurangan kamu, supaya ada keseimbangan. – 2 Korintus 8:14

Berbagi adalah kata yang mudah untuk diucapkan, tetapi sulit dalam pelaksanaannya. Ada yang mengatakan bahwa Semua orang bisa memberi, tetapi tidak semua pemberian mengandung kasih? Ada yang memberi karena mengharapkan diberi kembali. Ada yang memberi karena mengharapkan pujian.

Dalam bacaan ini, Paulus mendorong supaya jemaat di Korintus mau mendukung pelayanan jemaat di Yerusalem. Paulus terlebih dahulu memberikan contoh kondisi jemaat lain yaitu jemaat Makedonia, yang hidup menderita dan sangat miskin dalam harta, tetapi dalam hal kasih mereka sangat kaya. Mereka dapat memberikan bantuan yang melebihi kemampuan mereka (1-5).Kemudian Paulus mengingatkan jemaat di Korintus bahwa mereka adalah jemaat yang kaya dalam segala sesuatu maka seharusnya juga kaya dalam berbagi kasih (7).

Sebenarnya jemaat Korintus sudah berkomitmen untuk membantu jemaat di Yerusalem, tetapi mereka lalai (10-11). Mengapa Paulus meminta mereka melakukan pelayanan kasih ini? Pertama, harta milik kita adalah karunia Tuhan. Jika kita mampu memberi, itu adalah anugerah karena belum tentu semua orang bisa memberi (1-5). Kedua, memberi harus belajar dari apa yang Tuhan telah lakukan, yaitu Kristus yang kaya menjadi miskin agar kita yang miskin menjadi kaya (9). Ketiga, memberi harus atas dorongan kasih, bukan karena perintah atau paksaan (11-12). Keempat, pemberian kita dimaksudkan supaya ada keseimbangan yaitu tidak berlebihan dan tidak kekurangan serta diantara sesama jemaat ada kerinduan untuk saling melengkapi (13-15).

Iman dan kasih kepada Kristus memang bukan hanya nyata melalui doa atau ibadah pribadi, tetapi juga tampak dalam kepedulian kita pada orang lain. Kepedulian yang terwujud melalui pertolongan. Hari ini pemahaman kita diperbarui. Memberi bukan hanya karena berlebihan dan supaya orang lain mendapat keringanan, namun memberi agar terjadi keseimbangan.

Dari jemaat Makedonia, kita perlu belajar bahwa memberi bukan semata-mata karena kita kasihan kepada orang lain. Memberi juga bukan karena kita sudah merasa berlebihan, melainkan karena mengikuti teladan Kristus di dunia ini agar terjadi keseimbangan. Seimbang berarti seirama dalam perbedaan. Yang satu tidak merasa lebih dari yang lain. Teladan dari jemaat-jemaat Makedonia menyadarkan kita bahwa kemiskinan bukanlah alasan untuk tidak menolong orang lain. Karena itu, mari kita renungkan dan menghitung berkat Tuhan yang sudah kita terima. Mulailah berdoa dan mencari informasi kemanakah kita dapat menyalurkan sebagian berkat Tuhan yang telah kita terima supaya tercipta keseimbangan dan kita pun terberkati melalui berbagi dalam kasih.


Kerelaan memberi itu bukan Karena dibuat-buat, tetapi lahir dari kesadaran iman bahwa mereka telah merasa menerima kasih karunia dari Allah.