MEMBERI DENGAN SUKACITA

17 September 2017 oleh Pdt. Putut Riyadi

church event

Baca Sekarang: 2 KORINTUS 9 : 6 – 15


Hendaklah masing-masing memberikan menurut kerelaan hatinya, jangan dengan sedih hati atau karena paksaan, sebab Allah mengasihi orang yang memberi dengan sukacita. – 2 Korintus 9 : 7

Ketika menjelaskan berkat yang diperoleh dalam pemberian kasih, hukum tabur tuai dipakai oleh Paulus sebagai motivasi bagi orang Korintus untuk memberi dengan kerelaan hati, dengan sukacita, dan tanpa paksaan (6-7). Mereka sebelumnya sudah berjanji untuk memberikan persembahan bagi jemaat di Yerusalem. Jemaat Korintus tidak perlu takut akan kekurangan kalau memberi, sebab Allah akan memberkati mereka yang bermurah hati dalam memberi. Mereka justru akan berkelimpahan dalam segala sesuatu (8, 11). Dengan demikian, pemberian untuk pelayanan kasih akan membawa berkat bagi orang percaya di Yerusalem dan juga bagi jemaat Korintus sendiri, karena pemberian orang percaya menjadi saluran berkat Tuhan bagi orang lain. Karena itu, pemberian orang Korintus akan melimpahkan ucapan syukur kepada Allah (12). Dengan memberi, orang lain akan merasa diberkati dan dengan perbuatan "memberi dengan sukacita", banyak orang yang akan percaya kepada Yesus Kristus. Ini berarti, perbuatan "memberi" yang kita kerjakan dapat menjadi kesaksian yang hidup bagi orang lain (13).

Berbicara tentang persembahan, kadang-kadang umat Tuhan hanya berfokus pada takaran pemberian itu. Namun, hal yang tak kalah pentingnya adalah menilik kondisi hati ketika kita memberi. Ada tiga prinsip yang perlu kita perhatikan dalam memberi. Pertama, memberi dengan penuh kerelaan, karena kita memberi kepada Tuhan. Kedua, jangan memberi dengan sedih hati karena kita tidak sedang kehilangan, tetapi sedang menabur. Ketiga, jangan memberi karena terpaksa. Lebih baik menunda untuk memberi daripada kita memberi karena terpaksa.

Dengan memberikan persembahan secara benar, jemaat Tuhan belajar prinsip anugerah dan keajaiban pemeliharaan Allah. Dengan bersikap murah hati dalam memberi, jemaat akan beroleh kemurahan hati Allah (ay.6) Pemberian yang terbaik bagi pelayanan dan pembangunan jemaat adalah pemberian yang dilandasi keterbukaan dan tanpa paksaan. Tuhan tidak melihat besar kecilnya persembahan, melainkan motivasi dan ketulusan hati kita dalam memberi. Jangan pernah hitung-hitungan dengan Tuhan, apalagi menahan berkat yang seharusnya kita salurkan kepada yang berhak menerima.


Ketika kita memberi dengan kasih maka kita akan memperoleh kelimpahan anugerah dari Allah. Kiranya Allah memperkaya kita dengan kerinduan untuk menjadi berkat.