SENJATA YANG DIPERLENGKAPI KUASA ALLAH

18 September 2017 oleh Pdt. Putut Riyadi

church event

Baca Sekarang: 2 KORINTUS 10 : 1 – 11


“karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.” – 2 Korintus 10:4

Provokasi dan fitnah tidak hanya ditemui dalam pelayanan masa kini, pada zaman Paulus pun hal ini ditemukan. Di Korintus ada oknum yang suka memprovokasi warga jemaat mengenai kepribadian dan pelayanan Paulus. Paulus dituduh hidup secara duniawi (2). Ia juga disebut sebagai orang yang tidak konsisten, yang hanya berani di belakang saja. Jadi Paulus harus memikul beban tambahan yaitu tuduhan yang dilontarkan oleh para pengajar palsu tentang dia. Tuduhan itu dialamatkan kepada Paulus karena ada pihak yang ingin mempengaruhi jemaat Korintus agar tidak mau lagi menerima atau tidak lagi terbuka kepada pelayanan Paulus.

Apa saja tuduhan mereka terhadap Paulus? Ia dituduh sebagai seorang yang hanya keras dan berani dalam surat tetapi tidak berani atau lemah bila sudah berhadapan muka (1). Ia juga dituduh telah menggunakan cara pelayanan yang duniawi (3). Jawaban Paulus terhadap tindakan tidak benar tersebut mengungkapkan kepada kita prinsip-prinsip penting tentang wibawa dan kuasa rohani dalam pelayanan. Paulus berharap agar orang Korintus mengubah sikap mereka terhadap dia sehingga ia bisa datang dengan kelemahlembutan. Dalam menangani masalah, Paulus tidak menggunakan senjata duniawi, melainkan senjata Allah (3-4), yaitu dengan cara mematahkan siasat, merubuhkan keangkuhan, menawan setiap pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus (5). Kemudian Paulus mengakhiri dengan menekankan pentingnya ketaatan. Ketaatanlah yang menjadi akhir atau bukti apakah seseorang itu sesungguhnya milik Kristus atau bukan. Saat ketaatan jemaat Korintus menjadi lengkap, Paulus akan menghukum setiap ketidaktaatan (6).

Setelah menjelaskan caranya berjuang, Paulus kembali menegaskan statusnya bahwa dia adalah milik Kristus (7). Paulus diberi kuasa oleh Allah sebagai rasul bagi bangsa-bangsa (bdk. Gal 2:7-9). Kuasa rohani yang Paulus dapat dari Allah adalah untuk kemajuan Injil dan bagi jemaat. Kuasa itu dipakai untuk membangun jemaat. Memang Paulus meruntuhkan gagasan dan keangkuhan, tetapi demi membangun orang (8). Paulus juga meyakinkan mereka bahwa dengan cara yang sesuai dengan Injil, dia dapat bersikap tegas (9-11).

Dalam pelayanan, kita menjumpai tantangan dari luar maupun dari dalam jemaat. Kita dapat mengamati berbagai kepentingan dan motivasi di balik pelayanan. Itu sebabnya ditemukan banyak masalah, juga beredar tuduhan palsu, provokasi dan fitnahan. Kita perlu belajar bahwa hendaknya kuasa Tuhan digunakan untuk kemajuan Injil dan bagi kepentingan orang banyak. Dalam Peperangan rohani, mari kita berfokus bukan pada jenis tantangan yang kita hadapi, namun pada bagaimana cara kita menghadapinya. Kita seringkali diperhadapkan dengan cara yang dunia gunakan pada umumnya. Namun lewat pesan ini, Tuhan mau kita menggunakan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah dalam peperangan yang kita hadapi.


Tuhan mau dalam perjuangan hidup, kita bertindak tidak dengan cara duniawi, namun dengan cara-Nya Tuhan dan untuk mencapai tujuan-Nya. Selamat berperang!