CEMBURU ILAHI

19 September 2017 oleh Pdt. Putut Riyadi

church event

Baca Sekarang: 2 KORINTUS 11 : 1 – 15


"Sebab aku cemburu kepada kamu dengan cemburu ilahi. Karena aku telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus." - 2 Korintus 11:2

Dalam renungan ini, kita melihat bahwa kepedulian Paulus yang sedemikian besar tentang kemurnian gereja membuat ia malah dianggap bodoh dan berbuat salah. Paulus mendesak jemaat Korintus untuk mengetahui kesejatian Paulus sebagai rasul Yesus Kristus. Paulus berhasrat murni terhadap kesucian kasih dan kesatuan jemaat. Sebab dialah yang mempertemukan Kristus kepada mereka. Ia tak mau mereka ditipu dan disimpangkan seperti yang pernah terjadi pada Hawa (3).

Paulus kuatir bahwa kesetiaan jemaat Korintus kepada Kristus pudar karena mereka tertarik pada rasul-rasul yang tak ada taranya (5). Paulus mengingatkan bahwa mereka sudah dipertunangkan kepada Kristus. Karena Kristus sudah menebus mereka, maka mereka harus setia kepada Dia. Jangan sampai mereka tertarik pada pemberitaan "para rasul yang tak ada taranya" tentang Yesus yang lain, roh yang lain dan injil yang lain (4).

Jemaat Korintus tampaknya memandang rasul hanya dari segi tampilan lahiriahnya saja, tanpa memperhatikan pengajaran atau motivasinya dan hal ini mendatangkan kecemburuan Paulus terhadap jemaat itu. Kecemburuan Paulus memiliki makna yang positif karena kecemburuan Paulus adalah kecemburuan ilahi. Rasa ini timbul sebagai bentuk kepedulian Paulus terhadap jemaat di Korintus. "Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya." (ayat 3). Rasul Paulus telah menangkap sinyal-sinyal ketidakberesan terjadi di antara jemaat di Korintus, dimana mereka tidak lagi setia kepada Tuhan yang benar. Mereka mulai berpaling dari Tuhan dan telah mendua hati, padahal keberadaan orang percaya sesungguhnya adalah sebagai tunangan Kristus, calon mempelai Kristus.

Pernyataan "...Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima." (ayat 4) mengindikasikan bahwa telah terjadi perzinahan rohani dalam diri jemaat, dan bukti bahwa mereka tidak lagi memiliki kemurnian hati dalam mengiring Tuhan karena mereka telah melakukan kompromi dengn menerima 'Yesus' yang lain, 'Injil' yang lain dan roh yang lain. Hal inilah yang membangkitkan kecemburuan Tuhan, karena "Roh yang ditempatkan Allah di dalam diri kita, diingini-Nya dengan cemburu!" (Yakobus 4:5). Salah satu cara Iblis yang paling berbahaya yang mengancam jemaat-jemaat Tuhan adalah Iblis “menyusupkan” guru-guru palsu untuk membelokkan jemaat dari kebenaran. Sehingga jemaat bukan lagi “Tiang penopang dan dasar kebenaran.” Sebagai calon mempelai Kristus seharusnya engkau punya komitmen untuk menjaga kesucian hidupmu, supaya ketika Tuhan datang untuk menjemputmu "...kamu kedapatan tak bercacat dan tak bernoda di hadapan-Nya," (2 Petrus 3:14).


Kecemburuan Tuhan kepada umat-Nya adalah bukti bahwa Ia sangat mengasihimu, dan karena kasih-Nya Ia rela mati bagimu, masakan engkau mendua hati?