UJILAH DAN SELIDIKI

22 September 2017 oleh Pdt. Putut Riyadi

church event

Baca Sekarang: 2 KORINTUS 13 : 1 – 10


Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji. – 2 Korintus 13:5

Sudah menjadi sifat banyak manusia untuk cenderung merasa lebih pandai untuk menilai orang lain ketimbang memeriksa dirinya sendiri. Atau lebih parah lagi, mencari kambing hitam dengan menyalahkan orang lain untuk menutupi kelemahan diri sendiri. Oleh karena itulah kita harus benar-benar menjaga diri kita untuk tidak terjebak kepada perilaku seperti ini. Hal ini sungguh penting, begitu pentingnya bahkan Tuhan pun mau membantu kita untuk menyelidiki hati kita, apakah kita masih menyimpan banyak masalah atau tidak. Firman Tuhan berkata "Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin.." (Yeremia 17:10). Dan Daud pun pernah meminta Tuhan untuk menguji dan memeriksa dirinya. "Ujilah aku, ya TUHAN, dan cobalah aku; selidikilah batinku dan hatiku." (Mazmur 26:2). Dalam kesempatan lain ia berkata "Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!" (139:23-24).

Paulus mengajak jemaat Korintus untuk lebih banyak menyelidiki diri sendiri ketimbang menilai orang lain. Sebab menurut Paulus, menyelidiki diri sendiri sangat penting dalam pertumbuhan rohani. Saat seseorang berani menyelidiki diri sendiri, berarti ia berani melihat kondisi hidup apa adanya, termasuk kelemahannya. Dengan menyadari kelemahan diri sendiri, orang dapat bercermin dan terbuka kepada Allah yang menyelidiki hati. Lalu mengambil langkah untuk memperbaiki diri. Hasilnya, ia lebih tahan uji dibandingkan mereka yang tak pernah memeriksa hatinya dan malah asyik menilai apa yang tampak dari orang lain.

Sudahkah kita membangun kebiasaan untuk menyelidiki diri sendiri ? Atau, kita hanya pandai " menilai " hidup orang lain dan tersinggung apabila orang lain menilai hidup kita ? Saudara, mari kita memperbanyak waktu untuk melihat ke dalam diri kita supaya kita lebih waspada dan juga toleran terhadap orang lain? Orang yang selalu bersedia memeriksa batinnya setiap saat ibarat seseorang yang rajin membersihkan rumahnya dari debu dan sampah. Hati kita pun akan bersih bila kita bersedia selalu membersihkannya bersama dengan Allah.

Ketika kita berani menguji atau memeriksa diri sendiri, itu artinya kita berani melihat segala sesuatu dari diri kita, yang baik maupun yang buruk. Itu artinya kita berani melihat kelemahan kita sendiri. Dengan mengetahui kelemahan kita, disitulah kita akan dapat mengambil langkah untuk melakukan perbaikan. Dan hasilnya jelas, kita akan lebih kuat, lebih tahan uji dibandingkan orang yang tidak pernah peduli terhadap keselamatan dirinya sendiri, terlebih orang yang hanya suka menilai kelemahan atau keburukan orang lain.

Apabila kita masih menemukan hal-hal yang bisa menghambat pertumbuhan dan merusak kesehatan rohani di dalam diri kita, seharusnya kita dengan tulus mengakuinya dan membereskannya secepat mungkin agar hati kita bisa tetap terjaga bersih. Ingatlah bahwa ketika kita menunjuk orang lain, satu jari mengarah kepada mereka tetapi ada tiga jari lainnya yang mengarah kepada diri kita sendiri. Mari kita periksa dan uji sampai dimana ketaatan dan iman kita hari ini, lakukan perbaikan pada bagian-bagian yang kita dapati masih belum berjalan dengan benar dan terus tingkatkan agar lebih baik lagi.


Saat kita berani melihat ke dalam diri sendiri, buah-buah kehidupan yang baik akan keluar dari diri kita.