INJIL DIBERITAKAN UNTUK SIAPA SAJA

24 September 2017 oleh Pdt. Putut Riyadi

church event

Baca Sekarang: GALATIA 2 : 1 – 10


“Tetapi sebaliknya, setelah mereka melihat bahwa kepadaku telah dipercayakan pemberitaan Injil untuk orang-orang tak bersunat, sama seperti kepada Petrus untuk orang-orang bersunat” – Galatia 2 : 7

Bagian ayat ini merupakan masa-masa awal di mana Paulus berani—atau memberanikan diri—bergabung dengan pelayanan para rasul yang lain. Sebagaimana Paulus jelaskan di ayat-ayat sebelumnya bahwa setelah Paulus mendapat beban hati untuk melayani orang-orang bukan Yahudi, dia pergi ke Arab, kemudian ke Damsyik (ay. 16-23), baru setelah 14 tahun Ia bersama Barnabas dan Titus pergi ke Yerusalem untuk menemui rasul-rasul yang lain dan mengungkapkan passionnya untuk melayani orang-orang tak bersunat(non Yahudi).

Paulus konsisten dengan tugas pengabaran Injil dan dengan tegas menolak upaya memasukkan unsur-unsur budaya Yahudi yang pada hakikatnya membelenggu kebebasan yang dihasilkan Injil sejati (ayat 4-5). Injil harus kontekstual dengan masyarakat di mana Injil itu diberitakan. Itu sebabnya ia membawa Titus yang tidak bersunat sebagai bukti hasil pelayanannya itu (ayat3). Injil harus kontekstual dengan masyarakat di mana Injil itu diberitakan. Itu sebabnya ia membawa Titus yang tidak bersunat sebagai bukti hasil pelayanannya itu (ayat 3). Reaksi gereja di Yerusalem menggembirakan. Para pemimpin gereja terbuka melihat panggilan pelayanan Paulus kepada bangsa-bangsa nonyahudi sama seperti panggilan pelayanan Petrus untuk bangsa Yahudi (ayat 6-8). Gereja mendukung penuh pengabaran Injil kontekstual Paulus (ayat 9).

Paulus meyakini bahwa beban hatinya untuk melayani orang-orang tak bersunat merupakan sebuah kepercayaan dari Allah—sama halnya ketika Allah mempercayakan pelayanan kepada orang-orang bersunat kepada Petrus. Ketika Paulus menyadari bahwa panggilan itu merupakan sebuah kepercayaan, maka sebagai layaknya sebuah kepercayaan, panggilan untuk melayani orang-orang tak bersunat itu harus dikerjakan dan diselesaikan dengan baik. Inilah yang menjadi beban hati Paulus.

Ketika Allah telah memberikan kepercayaan yang telah dikomunikasikan-Nya melalui passion/beban hati kepada seseorang, maka di sana Allah juga telah memberikan kekuatan untuk melaksanakan passion tersebut. Suatu hal yang unik bahwa di dalam terjemahan lain frase pertama dalam ayat ini yaitu, “Ia yang telah memberikan kekuatan”diterjemahkan dengan “who was effectual” Hal ini memunculkan makna bahwa Allah telah memberikan kemampuan dan kekuatan kepada masing-masing orang untuk dapat mengerjakan passionnya sehingga dapat mendatangkan hasil yang baik/efektif.


Tugas gereja adalah mendukung, memperlengkapi, dan mengutus umat Tuhan untuk memberitakan Injil kepada semua bangsa di dunia ini.