DIBENARKAN OLEH KARENA IMAN

25 September 2017 oleh Pdt. Putut Riyadi

church event

Baca Sekarang: GALATIA 3 : 1 – 14


Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas, karena: "Orang yang benar akan hidup oleh iman - Galatia 3 : 11

Dalam Pasal 3 ini Paulus menjelaskan dengan tegas bahwa Injil Allah berasal dari iman, bukan dari perbuatan Hukum Taurat. Memang Orang orang Galatia telah terpesona oleh orang-orang yang bermaksud “menyahudikan” gereja itu. Mereka telah memulai dengan iman, di dalam Roh, tetapi kemudian kembali kepada perbuatan-perbuatan Hukum Taurat sebagai usaha untuk dibenarkan. Betapa bodohnya! Kita diselamatkan oleh iman, menerima Roh oleh iman dan melihat mujizat oleh iman.

Paulus menegur jemaat Galatia dengan keras karena tindakan bodoh mereka membiarkan diri diperdaya oleh ajaran-ajaran yang salah tentang Taurat sehingga mereka berpaling dari kebenaran Injil. Argumentasi Paulus jelas. Pertama, Yesus Kristus yang tersalib telah dibeberkan dengan jelas kepada mereka. Ini mencakup inti Injil itu sendiri: sebab dan tujuan kematian-Nya, kehendak Allah yang mendasarinya, serta kebangkitan-Nya (ayat 1; lihat psl 1:1-4). Kedua, dengan pertanyaan retoris Paulus menegaskan bahwa umat Kristen Galatia telah menerima Roh Kudus karena mereka percaya pada Injil dan bukan karena mereka memberlakukan Taurat dalam hidup mereka (ayat 2). Ketiga, karena iman umat Kristen di Galatia telah menyaksikan mukjizat (yang dilakukan oleh Rasul Paulus) sebagai tanda kesahihan Injil (ayat 5). Pengalaman jemaat Galatia jelas: mereka telah diselamatkan melalui karya Yesus Kristus di kayu Salib oleh pekerjaan Roh Kudus. Maka berpaling dari Injil berarti "telah memulai dengan Roh dan mengakhirinya di dalam daging"(ayat 3). Hal ini adalah suatu langkah surut, suatu kesia-siaan (ayat 4).

Paulus menjelaskan bahwa Abraham sendiri dibenarkan oleh iman (Gal. 3:6; Kel. 15:3). Itu berarti, Injil yang asli tidak pernah berubah dan sudah diberitakan kepada Abraham. Lalu mengapa ada Hukum Taurat? Hukum Taurat ditambahkan 430 tahun sesudah Abraham, sebagai penuntun untuk membawa kita kepada Kristus. Hukum Taurat membuktikan bahwa kita adalah orang berdosa yang tidak sanggup menjadi benar oleh perbuatan kita sendiri. Kita hanya dapat menjadi benar oleh iman!

Setiap orang yang percaya dengan iman seperti halnya Abraham adalah anak-anak Abraham yang juga dibenarkan (ayat 7-9). Kedua, hukum Taurat tidak diberikan untuk menyelamatkan orang berdosa. Sebaliknya hukum Taurat diberikan untuk menyatakan keberdosaan manusia karena tidak seorang pun mampu melakukan semua perintah hukum Taurat (ayat 10-12). Oleh karena itu, Kristus telah mati untuk menebus dosa manusia supaya manusia dilepaskan dari kutuk hukum Taurat. Kematian Kristus menjadi jalan bagi bangsa-bangsa nonyahudi untuk dapat menerima keselamatan dengan cara beriman kepada-Nya (ayat 13-14). Jadi, Perjanjian Lama tidak bertentangan dengan Perjanjian Baru. Keduanya mengajarkan hal yang sama, yaitu seseorang diselamatkan karena percaya kepada karya penyelamatan Kristus dan bukan karena melakukan perintah Taurat.


Sebagai Orang yang telah diselamatkan, maka memperhambakan diri lagi kepada peraturan-peraturan atau ajaran-ajaran apa pun yang menuntut perbuatan sebagai syarat keselamatan, itu sama saja dengan langkah surut, kesia-siaan, dan kebodohan!